Berita Minut

Habiskan Rp 80 Juta, AK Sound Racing Tondano Jadi Peserta Parade Sound System di Minut

AK Sound Racing Tondano Audio Community (TAC) turut meramaikan Parade Sound System yang digelar Minut Sound Player Community (MSPC)

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Chintya Rantung
Fistel Mukuan/Tribun Manado
AK Sound Racing Tondano jadi peserta Parade Sound System di Minut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Habiskan sekitar Rp 80 juta, AK Sound Racing Tondano Audio Community (TAC) turut meramaikan Parade Sound System yang digelar Minut Sound Player Community (MSPC) di Area Parkir JG Center, Jalan Ir Soekarno, Minahasa Utara (Minut), Sabtu (2/7/2022).

Kegiatan didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut dibawak kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Kevin Lotulung.

Kegiatan ini dibuka Bupati Minut Joune Ganda.

Event ini untuk memanjakan para penggemar sound system di Sulawesi Utara (Sulut).

Semua sound system yang hadir akan memamerkan keunggulan dan kualitas masing-masing.

Kualitasnya dinilai kekencang dan kejernihan suara.

Terlihat ratusan warga berkumpul melihat parade tersebut.

Stenly Mandang pemilik AK Sound Racing kepada tribunmanado.co.id menyampaikan, kehadiran mereka dari TAC ada empat Sound System karena mendapat undangan dari komunitas MSPC.

Stenly mengaku AK Sound Racing miliknya sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 80 juta.

"Anggaran sound system saya ini sudah menghabiskan sekitar Rp 80 juta untuk alat diantaranya power mid hig, power low, speaker low, box low, box mid," katanya.

Stenly mengatakan, AK Sound Racingnya di Tondano Kabupaten Minahasa sering disewakan per hari.

"Alat ini disewakan khusus di Tondano Rp 1.5 juta sampai Rp 2 juta perhari, tapi kalau di luar Tondano harus ditambah uang jalan," tambahnya.

Stenly menjelaskan AK itu adalah singkatan dari Anak Kompleks kelurahan Wewelen, Tondano.

Diakuinya, sound system miliknya sering  dipakai dalam acara suka seperti perkawinan dan acara hari ulang tahun maupun kedukaan.

Stenly menyebutkan dalam sebulan yang paling banyak alatnya tersebut pernah sampai 10 kali disewa, tetapi saat ganas-ganasnya pandemi Covid-19 beberapa bulan tidak pernah disewa karena tidak diperbolehkan buat acara.

Ia menyampaikan alasannya membuat sound systembtersebut karena hobi dengar musik yang datang dengan sendirinya tidak dari orang tua atau saudara.

Soundnya sudah ada sekitar dua tahun yang lalu.

"Alat ini saya buat sekitar dua tahun yang lalu dengan anggaran awal Rp 10 juta dan bisa sampai seperti sekarang ini," tutupnya.(fis)

Baca juga: Baru Terungkap Secantik Apa Ibunya Ariel NOAH, Sudah Berumur Tapi Masih Awet Muda dan Cantik Jelita

Baca juga: Ketua PWI: Bantuan Pemerintah ke Wartawan Diberikan ke Institusi Bukan Personal, Tolak Tunjangan

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved