Breaking News:

Berita Sulut

Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah di Sulawesi Maluku Papua Tertinggi di Indonesia

Harga bawang merah di Sulawesi Maluku Papua (Sulampuak pada Juni 2022 tercatat paling tinggi secara nasional.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado/Fernando Lumowa
Warga belanja cabai rawit (rica) di sebuah swalayan di Kota Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga bawang merah di Sulawesi Maluku Papua (Sulampuak pada Juni 2022 tercatat paling tinggi secara nasional.

Menyusul kemudian,  Kalimantan, Sumatera, dan Jawa.

Di Sulampua sendiri, beberapa provinsi seperti Gorontalo, Sulut, Maluku, Sulteng, dan Sulsel mengalami peningkatan harga.

Di Sulut, harga cabai rawit yang disebut rica bahkan menyentuh angka Rp 100 ribu per kg.

Sedangkan bawang merah, Rp 60 ribuan per kg.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (Bl) Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan, kenaikan harga bawang merah di Sulut salah satunya juga disebabkan oleh meningkatnya harga bawang merah di sentra pemasok bawang merah Sulut seperti Enrekang, Sulsel dan Bima, NTB.

Di samping itu, berdasarkan informasi dari pedagang di Sulut, pergerakan bawang merah di Sulut disebabkan oleh peningkatan harga di Kalimantan.

"Sehingga daerah penghasil cenderung memilih untuk mengirimkan pasokan ke daerah tersebut yang menyebabkan pasokan di Manado berkurang," kata Arbonas, Kamis (30/06/2022).

Harga cabai rawit di Sulampua menunjukkan tren peningkatan sejalan dengan harga nasional.

Seluruh provinsi termasuk Gorontalo yang merupakan pemasok cabai rawit Sulawesi Utara mencatatkan kenaikan pada Bulan Juni 2022.

Di samping itu, peningkatan harga cabai rawit di Sulut juga disebabkan oleh peningkatan harga di Jawa, Padang, dan Kalimantan Selatan, sehingga daerah penghasil cenderung memilih  untuk mengirimkan pasokan ke daerah tersebut.

"Adanya gagal panen di Gorontalo akibat hama, dan beberapa petani baru memasuki masa tanam," jelasnya.

Sama halnya dengan tomat, adanya gagal panen akibat curah hujan tinggi, tingginya harga saprodi termasuk pupuk, serta tingginya permintaan ke luar daerah seperti Ternate dan Papua Barat menyebabkan pasokan di Sulut cenderung berkurang.(ndo)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved