Berita Kotamobagu

Wali Kota Kotamobagu Hadiri Penutupan Latsar CPNS Formasi 2019

Penutupan Latsar CPNS formasi 2019 dilaksanakan di Rumah Dinas Walikota Kotamobag. Wali Kota Tatong Bara hadir dalam penutupan tersebut.

Penulis: Sriyani Buhang | Editor: Rizali Posumah
HO
Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara dalam penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 tahun anggaran 2022. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara menghadiri penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 tahun anggaran 2022.

Penutupan Latsar CPNS formasi 2019 ini berlangsung di Rumah Dinas Walikota, Jalan Ahmad Yani Kotamobagu Barat, pada Senin (27/6/2022).  

Pemkot Kotamobagu bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM), Provinsi Sulut, telah melaksanakan Latsar CPNS golongan III dan golongan II formasi 2019, tahun anggaran 2022.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 51 hari.

Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara, dalam sambutanya mengucapkan selamat, para CPNS Kotamobagu formasi tahun 2019 telah menjadi ASN sepenuhnya di lingkup Pemerintah Kotamobagu.

"Terima kasih kepada Kepala BPSDM dan seluruh jajaranya yang telah melatih, membimbing, dan menggembleng kepada seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kota Kotamobagu," terang dia.

Dirinya berharap, semoga apa yang telah diberikan oleh BPSDM bisa meningkatkan kualitas SDM ASN.

Wali Kota Kotamobagu juga mengucapkan permintaan maafnya, karena baru bisa hadir pada penutupan Latsar. 

"Saya atas nama pribadi, meminta maaf karena sudah berapa kali diagendakan, untuk turun bersama-sama, namun saya baru hari ini bisa menghadiri," ucapnya

Tatong menambahkan, CPNS dari luar Daerah yang telah mengikuti Formasi di Kotamobagu, dan saat ini sudah menjadi ASN Kotamobagu, maka ASN itu sudah menjadi Warga Kotamobagu.

"Saya meminta kepada seluruh ASN yang baru saja terangkat, agar bisa melayani masyarakat dengan segenap jiwa, disiplin loyal, dan profesional, serta tanamkan motivasi di dalam diri sebagai ASN," kata Walikota.

Selain itu, Walikota Juga mengatakan, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Pemendagri) sudah mengeluarkan aturan, dimana CPNS yang telah diangkat menjadi ASN melalui tahapan tidak boleh pindah selama 10 tahun.

"Kalau memaksa di anggap mengundurkan diri, bahwasanya anggaran setiap pengangkatan ASN di ambil dari anggara APBD yang dilandaskan mulai dari perekrutan test sampai pelaksanaan latsar.

Formasi CPNS di ajukan berdasarkan pertimbangan atau analisis jabatan, Analisis segala macam kebutuhan," pungkasnya. 

Sudah Dipulangkan Dokter, Baru Terungkap Hasil Pemeriksaan Kesehatan Ruben Onsu, Ada Bintik Hitam

Kecelakaan Maut Tadi Pagi, Pemotor CBR Tewas di Tempat, Ngebut Tabrak Pikap Lalu Jatuh Terlempar

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved