Info Kecelakaan

UPDATE Bus Maut Tasikmalaya, 4 Penumpang Tewas, Sopir Jadi Tersangka dan Terancam 15 Tahun Penjara

Bus yang dikendarai Dedi terjun ke jurang di Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022), mengakibatkan empat penumpangnya tewas. 

Kolase foto istimewa
Kondisi bus pariwisata yang alami kecelakaan terjun ke jurang di Jalan raya Bandung-Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, UPDATE Bus Maut Tasikmalaya, 4 Penumpang Tewas, Sopir Jadi Tersangka dan Terancam 15 Tahun Penjara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sopir bus pariwisata PO City Trans Utama (CTU) yang terjun ke jurang di Jalan Raya Rajapolah, kabupaten Tasikmalaya, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian Polres Tasikmalaya Kota.

Insiden tersebut, menewaskan 4 korban tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan sopir bernama Dedi Kurnia Ilahi (42) sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan bus pariwisata tersebut. 

Baca juga: Akhirnya Terungkap Penyebab Desy Ratnasari Masih Menangis Ingat Kenangan Bersama Mantan Irwan Mussry

Bus yang dikendarai Dedi terjun ke jurang di Tasikmalaya, Sabtu (25/6/2022), mengakibatkan empat penumpangnya tewas. 

Kepala Polresta Tasikmalaya AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan, saat ini sopir asal Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tersebut ditahan di Mapolresta Tasikmalaya

"Sejak Sabtu siang kemarin sampai kemarin hari Minggu (kami) melakukan penyelidikan maraton. Sopir bus berinisial DK telah ditetapkan tersangka," ujar Aszhari di lokasi kejadian, Senin (27/6/2022).

Aszhari menambahkan, setelah melengkapi bukti dan keterangan saksi-saksi, tersangka terancam Pasal 311 Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman lebih kurang 15 tahun penjara.

Polisi menilai, terdapat unsur kesengajaan karena sebelumnya tersangka mengaku sudah mengantuk. 

Namun, tersangka malah tetap melanjutkan mengemudi dengan membawa penumpang puluhan orang dari Sumedang menuju Pangandaran, Jawa Barat.

"Pasal yang dikenakan 311 Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya Nomor 22 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," beber dia.

Kepala Urusan Pembinaan dan Operasi (KBO) Satlantas Polresta Tasikmalaya Iptu Soni Alamsyah menyebutkan, tersangka mengaku tak berkonsentrasi saat mengemudi dan tak bisa mengendalikan kendaraannya akibat mengantuk.

Hingga kini, korban dengan luka berat ada enam orang. Mereka dirawat di RSUD Soekardjo Tasikmalaya.

Adapun korban meninggal menjadi empat orang, menyusul ditemukannya jenazah yang terkubur longsoran hari ini.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved