Info Kecelakaan

Cerita Sumaryadi, Seorang Guru yang Batal Ikut Rombongan Bus Maut Tasikmalaya, Istri Mendadak Sakit

Sumaryadi menuturkan, ia bersama istri dan anaknya sendiri batal ikut liburan ke Pantai Pangandaran karena sang istri mendadak sakit.

Heru Rukanda
Cerita Sumaryadi, Seorang Guru yang Batal Ikut Rombongan Bus Maut Tasikmalaya, Istri Mendadak Sakit 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bus yang mengangkut rombongan guru SD masuk jurang di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (25/6/2022) dini hari.

Akibat kejadian itu, tiga orang penumpang meninggal dunia.

Sementara belasan orang mengalami luka-luka.

Korban kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang di Jalan Raya Rajapolah, Tasikmalaya adalah rombongan guru dan pensiunan asal SDN Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Rombongan tersebut berencana melakukan perjalanan liburan ke Pantai Pangandaran.

Baca juga: Peringatan Dini Minggu 26 Juni 2022, BMKG: 29 Wilayah Waspada Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang

Namun, setibanya di Jalan Raya Rajapolah, tepatnya di Kampung Cireundeu, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, bus pariwisata City Trans Utama tersebut masuk ke jurang, Sabtu (25/6/2022) dini hari.

Salah seorang guru SDN Sayang Sumaryadi (55), mengatakan, ia mendengar kabar bus yang ditumpangi guru dan pensiunan SDN Sayang ini mengalami kecelakaan di Rajapolah pada Sabtu pagi.

"Tadi pagi saya menerima telepon dari salah seorang rombongan di dalam bus, bahwa mereka mengalami kecelakaan di wilayah Rajapolah," ujar Sumaryadi kepada sejumlah wartawan di SDN Sayang, Sabtu siang.

Sumaryadi menuturkan, ia bersama istri dan anaknya sendiri batal ikut liburan ke Pantai Pangandaran karena sang istri mendadak sakit.

"Sebenarnya saya sudah siap-siap mau berangkat, ikut ke Pangandaran. Tapi karena istri mendadak sakit, jadi saya batalkan rencana ikut," tutur Sumaryadi.

Sumaryadi menyebutkan, rombongan bus tersebut berangkat pada Jumat (24/6/2022) malam.

"Acaranya silaturahmi guru dan pensiunan saja, banyak keluarga yang ikut. Jadi tidak melibatkan siswa dan orangtua, hanya guru dan pensiunan guru di sini saja yang ikut," sebut Simaryadi.

Sumaryadi mengatakan, dari informasi yang ia terima sejauh ini, ada tiga orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan bus rombongan dari SDN Sayang.

"Katanya ada tiga orang yang meninggal dan 56 orang lainnya hanya mengalami luka ringan.

Semoga semuanya ada dalam lindungan Allah SWT," kata Sumaryadi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved