Internasional

Taliban Persulit Pengiriman Bantuan ke Afghanistan, Saluran Pembayaran Diblokir

Sistem perbankan Afghanistan dijaga ketat oleh Taliban. Hal tersebut bisa membuat Afghanistan alami krisis ekonomi.

Editor: Isvara Savitri
Istimewa
Pejuang Taliban berdiri di atas kendaraan polisi yang rusak di sepanjang pinggir jalan di Kandahar pada 13 Agustus 2021. Taliban terus menghalangi pengiriman bantuan ke Afghanistan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengiriman bantuan ke Afghanistan hingga saat ini terhambat.

Menurut informasi, Taliban memang mempersulit pengiriman bantuan ke Afghanistan.

Jika Taliban terus mempersulit, maka krisis ekonomi di Afghanistan akan segera memburuk.

Hal ini dilaporkan Badan Bantuan PBB pada Kamis (23/6/2022) kepada Dewan Keamanan.

Di hadapan Dewan Keamanan PBB, ketua badan bantuan PBB Martin Griffiths mengatakan bahwa sistem perbankan formal di Afghanistan, yang dikuasai Taliban, terus memblokir transfer karena kekhawatiran yang berlebihan.

Griffiths menambahkan bahwa kondisi tersebut telah berdampak pada saluran pembayaran dan menyebabkan gangguan dalam rantai pasokan.

Baca juga: Obat-obat Rumahan Ini Bisa redakan Asam Urat, Jangan Minum Alkohol

Baca juga: Update Harga Emas Antam Jumat 24 Juni 2022, Turun Rp 7 Ribu per Gram

"Kami telah melihat kemajuan yang terbatas karena perlawanan oleh otoritas de-facto. Ini adalah masalah yang tidak akan selesai dengan sendirinya," ungkap Griffiths, seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut, Griffiths menegaskan bahwa PBB perlu mengaktifkan dan menjalankan program Fasilitas Pertukaran Kemanusiaan sampai sistem perbankan formal Afganistan dapat beroperasi dengan baik lagi.

Dalam laporannya hari Kamis, Griffiths mengatakan sekitar setengah dari kelompok bantuan yang baru-baru ini disurvei oleh PBB melaporkan kesulitan mentransfer dana ke Afghanistan.

Gempa dahsyat magnitudo 5.9 SR mengguncang Afghanistan pada Rabu (22/6/2022) dini hari waktu setempat. Lebih dari 1000 orang tewas. Bangunan porak-poranda akibat guncangan gempa.
Gempa dahsyat magnitudo 5.9 SR mengguncang Afghanistan pada Rabu (22/6/2022) dini hari waktu setempat. Lebih dari 1000 orang tewas. Bangunan porak-poranda akibat guncangan gempa. (Via waspada.co.id)

Dua pertiga dari kelompok pemberi bantuan melaporkan bahwa kurangnya uang tunai yang tersedia di Afghanistan menjadi salah satu penghambat program mereka.

"Otoritas Taliban juga semakin mengganggu pengiriman bantuan kemanusiaan, meskipun ada janji kepada pejabat PBB pada September bahwa mereka tidak akan melakukannya," tambah Griffiths.

Taliban disebut memberikan banyak tuntutan kepada PBB terkait penyediaan data dan informasi yang berkaitan dengan anggaran dan kontrak kepegawaian.

Baca juga: Bocoran Cerita Sinetron Ikatan Cinta Jumat 24 Juni 2022, Elsa Cari Cara Agar Ditolong Andin

Baca juga: Gempa Guncang Jawa Barat Pagi Ini Jumat 24 Juni 2022, Guncangan di Laut, Info BMKG Magnitudonya

Kelompok bantuan pun terus menghadapi kesulitan ketika mereka mencoba mempekerjakan wanita Afghanistan dalam fungsi-fungsi tertentu.

Griffiths mengatakan PBB hanya menerima sepertiga dari US$4,4 miliar yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan di Afghanistan pada 2022, dan jumlah itu pun dianggap masih belum cukup.

Kondisinya semakin memburuk setelah Afghanistan baru saja dilanda gempa bumi yang menewaskan sedikitnya 1.000 orang.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul PBB: Taliban Selalu Menghalangi Pengiriman Bantuan ke Afghanistan.

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved