Perang Rusia Vs Ukraina
Perusahaan Nike dan Raksasa Teknologi Cisco Benar-benar Tinggalkan Rusia
Sebagian besar usaha yang berpusat di Amerika Serikat dan Eropa telah meninggalkan rusia, mengikuti sikap pemerintah AS dan Barat.
TRIBUNMANADO.CO.ID, RUSIA - Sebagian besar usaha yang berpusat di Amerika Serikat dan Eropa telah meninggalkan rusia, mengikuti sikap pemerintah AS dan Barat.
Terakhir, Produsen sepatu Nike Inc dan raksasa teknologi Cisco memutuskan untuk meninggalkan pasar Rusia pada Kamis (23/6/2022).
"Nike Inc telah membuat keputusan untuk meninggalkan pasar Rusia. Nike.com dan aplikasi seluler Nike tidak akan tersedia lagi di wilayah ini," tulis pernyataan perusahaan dalam situs webnya.
Dilansir TASS, produsen alas kaki dan pakaian berbasis di Amerika Serikat (AS) menuturkan toko Nike baru-baru ini ditutup sementara dan tidak akan dibuka kembali.
Pada Mei kemarin, Nike mengonfirmasi tidak akan memperbarui dan membuat perjanjian baru dengan mitra Rusia.
Sebelumnya, Nike pada 3 Maret 2022 menangguhkan operasi di semua toko di Rusia sebagai tanggapan atas tindakan Moskow ke Ukraina.
Perusahaan menerangkan, toko yang masih buka dijalankan oleh mitra independen.
Logo Nike digantung di atas pintu masuk toko Nike pada 21 Desember 2021 di Miami Beach, Florida.
Nike akan keluar sepenuhnya dari Rusia tiga bulan setelah menangguhkan operasinya di sana, kata pembuat pakaian olahraga AS itu kepada Reuters pada Kamis.
Keputusan ini mengikuti langkah perusahaan-perusahaan Barat yang meninggalkan Rusia.
Baca juga: Bahagianya, Wanita Asal ini Dinikahi Lee Minho, Pria Asal Korea Beri Mahar Mobil hingga Apartemen
Baca juga: Tidur di Barak Selama Rakernas PDIP, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Disebut Ngorok Saat Tidur
Rusia bentuk undang-undang
Dikutip BBC, Rusia semakin terisolasi secara ekonomi sejak invasi, ketika Barat dan sekutu menjatuhkan sanksi dan perusahaan internasional menuju pintu keluar.
Negara itu sekarang sedang mengerjakan undang-undang yang akan menghukum perusahaan asing yang ingin pergi.
Undang-undang tersebut memungkinkan pemerintah menyita aset mereka dan menjatuhkan hukuman pidana, menurut Reuters.
Baca juga: Meski Minor, Marc Marquez Tetap Akan Diperjuangkan, Tapi Honda Diprediksi Ganti Pembalap dan Tim
50 toko Nike tutup
Nike memiliki lebih dari 50 toko di Rusia, sekitar sepertiga di antaranya tutup, menurut situs webnya.
Pada Mei, media Rusia melaporkan bahwa perusahaan itu mengakhiri perjanjiannya dengan pemegang waralaba terbesar di Rusia, yang bertanggung jawab atas 37 toko.
Nike sebelumnya telah mengungkapkan bahwa Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang kurang dari 1 persen dari pendapatan perusahaan.
Baca juga: Gagal di SBMPTN, Berikut 9 PTN yang Buka Seleksi Jalur Mandiri, Ada UNY hingga ITB
Cisco juga hengkang dari Rusia
Perusahaan-perusahaan AS Cisco Systems mengatakan pada Kamis (23/6/2022) "membuat keputusan untuk memulai penghentian bisnis kami secara teratur di Rusia dan Belarus".
Keputusan ini akan mempengaruhi beberapa ratus karyawan, kata perusahaan AS itu.
Pembuat peralatan telekomunikasi Cisco menambahkan bahwa mereka ingin memastikan perusahaan "diperlakukan dengan hormat".
"Cisco tetap berkomitmen untuk menggunakan semua sumber dayanya untuk membantu karyawan kami, institusi dan orang-orang Ukraina, serta pelanggan dan mitra kami selama masa yang penuh tantangan ini," kata juru bicara perusahaan tersebut.
Raksasa jaringan itu telah menghentikan operasi bisnis, termasuk penjualan dan layanan, di wilayah tersebut pada bulan Maret.
Cisco mengambil keuntungan $200 juta (£160 juta) dari pendapatan kuartal ketiga.
Berita lain terkait dengan Konflik Rusia Vs Ukraina
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perusahaan Nike dan Raksasa Teknologi Cisco Putuskan Tinggalkan Pasar Rusia, https://www.tribunnews.com/internasional/2022/06/24/perusahaan-nike-dan-raksasa-teknologi-cisco-putuskan-tinggalkan-pasar-rusia?page=all.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/update-perang-rusia-ukraina-pasukan-zelensky-hancurkan-gudang-peluru-rusia.jpg)