Internasional

Akhirnya Taliban Damai dengan AS, Anggotanya yang Dipenjara di Guantanamo Selama 15 Tahun Dibebaskan

Haroon ditangkap oleh militer Afghanistan pada 2007 karena bergabung dengan Taliban dan Al-Qaeda yang ketika itu dianggap sebagai teroris

Editor: Finneke Wolajan
Kolase/Aftab Khan via Afghanistan Analysts Network/reprieve.org
Ibrahim dan Sehar Bibi, orang tua Asadullah Haroon, memegang foto putra mereka yang dipenjara di Guantanamo sejak 2007. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya Taliban damai dengan Amerika Serikat, anggotanya yang dipenjara di Guantanamo selama 15 tahun dibebaskan Amerika Serikat

Asadullah Haroon akhirnya dibebaskan Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan melalui Twitter pada Jumat (24/6/2022), oleh juru bicara Afghanistan, Zabihullah

Zabihullah merilis keterangan ihwal pembebasan Asadullah Haroon, anggota Taliban yang dipenjara sepanjang 15 tahun terakhir di Penjara Guantanamo

Baca juga: Atasi Krisis Ekonomi, Sri Lanka Wajibkan Pejabat Publik yang Bekerja dari Luar Negeri Setor Uang

Baca juga: Jokowi Sambangi Ukraina dan Rusia, Komandan Paspampres Siapkan Pengamanan Ketat di Kiev dan Moskwa

"Sebagai hasil dari upaya Emirat Islam Afghanistan (IEA) lewat interaksi langsung dan positifnya dengan Amerika Serikat,

salah satu dari dua tahanan yang tersisa, Asadullah Haroon, dibebaskan dari penjara Guantanamo," kata Zabihullah. 

Ibrahim dan Sehar Bibi, orang tua Asadullah Haroon sdffg
Ibrahim dan Sehar Bibi, orang tua Asadullah Haroon, memegang foto putra mereka yang dipenjara di Guantanamo sejak 2007

"Hari ini, kami menyaksikan pembebasan Assadullah Haroon dari penjara Guantanamo dan reuninya dengan keluarganya bertahun-tahun kemudian," ujarnya.

Haroon ditangkap oleh militer Afghanistan pada 2007 karena bergabung dengan Taliban dan Al-Qaeda yang ketika itu dianggap sebagai teroris.

Hasil pengadilan terbaru menyatakan Haroon tidak memainkan peran kepemimpinan dalam organisasi ekstremis serta tidak terbukti memiliki ideologi ekstrem.

Dalam keterangan di Twitter, Zabihullah berterima kasih pada Qatar yang ikut memfasilitasi Afghanistan membebaskan warganya.

Hubungan baik Amerika Serikat dan Taliban ditengarai membaik selepas pertemuan kedua kubu di Doha, Qatar pada Oktober 2021. 

Seperti diberitakan The Express Tribune, Menteri Dalam Negeri Afghanistan Sirajuddin Haqqani mengatakan rezim Taliban menginginkan hubungan baik dengan Washington,

tetapi masih memiliki keraguan dengan tindak tanduk Amerika Serikat.

"Saya ingin membuat klarifikasi kecil. Periode 20 tahun terakhir adalah situasi pertempuran defensif dan perang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved