Internasional

Demi Lindungi Pemukiman Yahudi di Tepi Barat, Yair Lapid Ambil Alih Jabatan Perdana Menteri Israel

Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, akan segera menjabat sebagai Perdana Menteri Israel. Hal ini telah sesuai kesepakatan.

Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com/Debbie Hill/Pool/AFP
Calon Perdana Menteri Israel, Yair Lapid. Kini Yair Lapid masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Israel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Posisi Naftali Bennett sebagai Perdana Menteri Israel akan segera digantikan oleh Yair Lapid.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Naftali Bennett pada Senin (20/6/2022).

Sebelumnya, Yair Lapid sendiri menjabat sebagai menteri Luar Negeri Israel.

Mereka sepakat untuk membubarkan koalisi pemerintahan dan mengadakan pemilihan baru.

Dalam konferensi pers bersama dengan Yair Lapid yang merupakan arsitek aliansi, Naftali Bennett berujar bahwa dia membuat keputusan sulit untuk membubarkan parlemen guna melindungi pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.

Koalisi yang mencakup nasionalis agama seperti partai Bennett, partai sentrisnya Lapid, sayap kiri, dan Islamis Arab ini memiliki waktu hingga 30 Juni untuk memperbarui langkah guna memastikan pemukim Tepi Barat hidup di bawah hukum Israel.

Baca juga: Polda Sulut Bagikan 4650 Paket Sembako untuk Masyarakat, Renovasi & Kerja Bakdi di 282 Rumah Ibadah

Baca juga: Potret Ikke Nurjanah Kencan dengan Karlie Fu, Tampilan Mereka Disebut Seperti Remaja

Beberapa anggota parlemen Arab dalam koalisi menolak mendukung langkah di wilayah Palestina tersebut di bawah pendudukan Israel sejak 1967.

Bennett mengatakan, berakhirnya tindakan di Tepi Barat akan menciptakan "risiko keamanan" dan "kekacauan konstitusional".

"Saya tidak bisa membiarkan itu," jelasnya dikutip dari AFP.

Naftali Bennett, Calon Pengganti PM Israel Benjamin Nethanyahu
PM Israel, Naftali Bennett. (Jerusalem Post/ tangkapan layar)

Pembubaran pemerintah sebelum tindakan berakhir berarti secara otomatis diperbarui sampai pemerintahan baru terbentuk.

Naftali Bennett dan Yair Lapid menyetujui pembagian kekuasaan yang kompleks ketika mereka membentuk koalisi multi-partai yang belum pernah terjadi sebelumnya satu tahun lalu, dan menggulingkan mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu.

Mereka menetapkan syarat bahwa ketika Naftali Bennett membubarkan aliansi, Yair Lapid mengambil alih pemerintahan sementara.

Baca juga: Segini Harga Mobil Rolls-Royce Phantom Hadiah Raffi Ahmad Untuk Nagita, Dibeli Dari Rudy Salim

Baca juga: Terungkap 5 Fakta Nasida Ria, Grup Kasidah Asal Semarang yang Sukses Tampil di Jerman, Sejak 1975

"Saya berdiri di sini bersama teman saya Yair Lapid, yang akan segera mengambil alih sebagai perdana menteri sesuai dengan kesepakatan di antara kami," kata PM Bennett seraya menjanjikan transisi tertib yang diperkirakan berlangsung minggu depan.

Yair Lapid kemudian berterima kasih kepada PM Israel Naftali Bennett karena menempatkan negara di atas kepentingan pribadinya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Israel Akan Ganti PM dari Naftali Bennett ke Yair Lapid".

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved