Breaking News
Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Selasa 21 Juni 2022

BACAAN ALKITAB - Efesus 4:19 Tumpul, Serakah dan Cemar

Orang yang tidak mengenal Kristus dan menjauhkan hidupnya dari Tuhan yang mengutamakan keinginan duniawinya, perasaannya pasti tidak stabil

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang
ISTIMEWA
Kisah Pertobatan Rasul Paulus 

  Efesus 4:19
TRIBUNMANADO.CO.ID - Orang yang tidak mengenal Kristus dan menjauhkan hidupnya dari Tuhan yang mengutamakan keinginan duniawinya, perasaannya pasti tidak stabil, bahkan tumpul, suka bergaul dan selalu mengutamakan kepentingan serta keinginan hawa nafsu duniawi, hidupnya diwarnai dan ditandai dengan berbagai kecemaran. Dia pasti bergaul erat dengan dosa.

Itulah peringatan rasul Paulus yang disampaikannya kepada jemaat Efesus tentang kehidupan keseharian mereka. Paulus menginginkan agar kebiasaan lama hidup mereka itu segera ditinggalkan. Mereka harus mengenakan atribut manusia baru yakni hidup dalam pengenalan akan Kristus, atau hidup sesuai ajaran dan teladan Yesus.

RENUNGAN FIRMAN KRISTEN
RENUNGAN FIRMAN KRISTEN (YOUTUBE)

Dari informasi yang diterima Paulus, di Efesus masih banyak orang-orang yang hidup cemar karena gemar berbuat dosa. Mereka masih suka mementingkan dan mengutamakan hawa nafsu dan keserakahan, mengabaikan ajaran yang sehat atau ajaran Kristus yang membawa mereka pada jalan yang baik atau jalan kebenaran.

Paulus mengatakan orang yang masih berkanjang dengan dosa itu perasaannya sudah tumpul. Hidup mereka sangat tidak layak di hadapan Tuhan. Karena sudah tercemar oleh dosa dan kejahatannya akibat keserakahan dan kerakusan akan hal-hal duniawi yang pada akhirnya akan membinasakan tubuh dan jiwa mereka.

Itulah sebabnya Paulus menentang hal itu dan mengingatkan agar orang atau jemaat Efesus hidup dalam jati diri Kekristenan. Mereka harus menjauhi segala kecemaran, hawa nafsu, keserakahan maupun kerakusan akan kesenangan dunia. Sebab itu akan menghancurkan hidup mereka baik di bumi maupun di sorga bersama Kristus.

Prilaku hidup itu menggambarkan kebodohan kita. Sebab kita masih mengutamakan pada hal-hal yang sifatnya sementara padahal itu berakibat fatal dalam kekekalan.

Karena itu Paulus mengingatkan agar orang Efesus menjauhkan segala rupa-rupa pengajaran dan aliran yang sesat itu. Tetapi hendaklah hati dan pikiran serta jiwa mereka tertuju pada Kristus dan prilaku hidup mereka mengikuti ajaran dan teladan Yesus. Itulah yang baik dan benar. Jangan sesat. Kesenangan sesaat itu adalah kesesatan dan kebodohan. Karena itu hati pikiran dan perasaan kita jangan ikut jadi tumpul seperti mereka.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran." (ay 19)

Paulus menilai bahwa masih ada bahkan banyak orang Efesus yang tumpul perasaannya. Maksudnya mereka tidak pekah terhadap hal-hal yang lebih penting dan substantif untuk kehidupan mereka baik dalam kekinian di dunia, maupun tentang masa depan kehidupan mereka. Mereka lupa bahwa atas perbuatan mereka itu, mereka akan dihakimi dengan adil oleh Tuhan Yesus, dan mereka pasti dihukum.

Hawa nafsu duniawi lebih menguasai mereka, sehingga mereka menjadi serakah dan rakus. Mereka menghalalkan segala cara untuk meraih keinginan dan ambisi mereka untuk memenuhi hawa nafsunya. Mereka tidak peduli lagi dengan orang lain yang ada di sekitar mereka. Bagi mereka, hidup adalah untuk meraup keuntungan dan kesenangan duniawinya. Tak ada hal baik dalam pikiran mereka kecuali rancangan kejahatan untuk memenuhi ambisinya.

Hal itu membuat kehidupan mereka tercemar. Mereka membiasakan diri dengan berbuat kejahatan. Bagi mereka kejahatan adalah kebaikan untuk meraih impian dan harapan mereka. Sehingga, dosa sudah menjadi bagian hidup mereka. Dengan demikian kecemaran dan noda menjadi warna warni hidup mereka.

Tidaklah demikian dengan jemaat dan orang Kristen. Kita adalah anak Tuhan. Kita adalah Murid Yesus. Kita adalah hamba-Nya yang telah dipilih dan ditetapkan untuk menjadi berkat bagi semua orang. Kita adalah orang-orang pilihan. Maka janganlah cemarkan hidup kita dengan dosa. Hiduplah baik dan benar dalam kasih sesuai dengan ajaran dan teladan Yesus.

Segala hawa nafsu, keserakahan, kerakusan, kecemaran dan kenajisan sebagai buah-buah kejahatan, haruslah dijauhkan dari diri kita. Buanglah semua yang jahat dan segala dosa dalam bentuk apapun juga dari hidup kita
Marilah kita hidup sebagai anak-anak Terang yang menyinari dunia dengan kebaikan dan kebenaran Kristus dan memancarkan sinar kasih-Nya dalam prilaku hidup kita setiap waktu.

Dengan demikian, hidup kita dan keluarga akan jadi berkat bagi semua orang. Dan dari keteladanan kita itu, nama Tuhan senantiasa dipuji dan dimuliakan selamanya. Amin

DOA: Tuhan Yesus, jauhkan kami dari segala kejahatan, tetapi ajar dan tuntunlah kami untuk terus hidup dalam kebenaran dan kebaikan sesuai ajaran cinta kasih-Mu yang sempurna bagi kami. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved