Nasional
Harga Pangan Melonjak, Setiap Kepala Daerah Diminta Aktifkan Satgas Pangan
Harga pangan yang melonjak berdampak ke masyarakat. Untuk mengatasinya, setiap kepala daerah diminta mengaktifkan Satgas Pangan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Harga pangan mulai naik drastis di Indonesia.
Kenaikan harga pangan ini disinyalir akibat pandemi virus corona (COVID-19) dan perang Rusia-Ukraina.
Untuk mengatasinya, setiap kepala daerah diminta mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, meminta.
Hal ini penting untuk mengendalikan harga pangan yang turut terdampak akibat pandemi dan konflik global Ukraina-Rusia.
Pemerintahan daerah, kata Mendagri, telah memiliki Satgas Pangan yang diketuai oleh sekretaris daerah (Sekda).
Baca juga: Akhirnya Terjawab Penyebab Kaesang Pangarep dan Nadya Arifta Putus, Kini Gandeng Erina Gudono
Baca juga: Pemkab Bolmong Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Minsel, Bawa Bahan Makanan & Kebutuhan Bayi
"Sekda setiap hari harus mengecek harga komoditas bahan pangan pokok. Pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, yang bila tak terpenuhi akan berdampak ke persoalan lainnya," ujar Tito sebagaimana dilansir dari siaran pers Kemendagri, Senin (20/6/2022).
“Tolong rekan-rekan (kepala daerah) betul-betul aktifkan Satgas Pangan," tegasnya.
Menurut Tito, kemungkinan kenaikan harga bahan pokok diakibatkan oleh dua faktor, yakni kurangnya suplai atau macetnya distribusi.

Apabila kenaikan tersebut akibat suplainya kurang, maka Satgas Pangan harus mencari penyuplai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Upaya ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan daerah lain.
Tito juga mengaku mengetahui ada beberapa daerah yang memenuhi kekurangan bahan pangannya dengan mengambil dari daerah lain yang produksinya melimpah.
Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Malam, 1 Tewas, 3 Orang Kritis Tergeletak, Dua Motor Alami Tabrakan
Baca juga: Jenazah Terhempas ke Jalan Usai Ambulans Tabrakan dengan Mobil Pribadi karena Terobos Lampu Merah
Oleh karenanya, daerah perlu menangkap peluang kerja sama tersebut dalam memenuhi berbagai kebutuhan bahan pangan.
Dia menambahkan, upaya pengendalian harga pangan juga penting dilakukan dalam mengatasi kebutuhan minyak goreng.
"Meski pemerintah pusat memiliki kebijakan untuk mengatasi persoalan tersebut, namun pemerintah daerah perlu turut bergerak dengan mengecek harga minyak goreng di pasaran," tegas Tito.
“Yang bisa diatasi, atasi oleh kepala daerah, yang tak bisa diatasi oleh kepala daerah sampaikan kepada pemerintah pusat untuk bisa kita bantu,” tambahnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mendagri Minta Kepala Daerah Aktifkan Satgas Pangan untuk Kendalikan Harga Bahan Pokok".