Berita Internasional

Banyak Korban karena Bencana Banjir & Tanah Longsor, Ada yang Tersambar Petir, Terjadi di Bangladesh

Dilaporkan ada banyak korban tewas karena bencana di Bangladesh. Banjir dan tanah longsor terjadi akibat cuaca buruk beberapa hari ini.

AFP
Seorang wanita dengan anak-anak mengarungi jalan yang banjir selama hujan monsun di Sylhet pada 18 Juni 2022. Badai monsun di Bangladesh dan India telah menewaskan sedikitnya 59 orang dan menimbulkan banjir dahsyat yang menyebabkan jutaan lainnya terdampar, kata para pejabat pada 18 Juni 

Pasukan gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang tak bisa menyelamatkan diri.

Sekolah-sekolah kini diubah menjadi tempat penampungan bantuan untuk menampung seluruh desa yang terdampak.

Pasalnya, dalam hitungan jam, sungai tiba-tiba meluap karena intensitas hujan yang tak kunjung reda.

"Seluruh desa tenggelam pada Jumat pagi dan kami semua terdampar," ujar Lokman, warga yang tinggal di desa Companoiganj, kepada kantor berita AFP.

"Setelah menunggu seharian di atap rumah kami, seorang tetangga menyelamatkan kami dengan perahu darurat. Ibu saya mengatakan dia belum pernah melihat banjir seperti itu sepanjang hidupnya," tambah wanita berusia 23 tahun tersebut.

Warga lain, Asma Akter, mengaku dirinya menyelamatkan diri dari air yang naik.

Ia juga menjelaskan keluarganya tidak bisa makan selama dua hari karena terdampar.

"Air naik begitu cepat sehingga kami tidak bisa membawa barang-barang kami, dan bagaimana kita bisa memasak sesuatu ketika semuanya berada dalam kubangan air," tegasnya lagi.

Sebelumnya dilaporkan, badai terjadi hingga menewaskan 21 orang di seluruh negara Asia Selatan tersebut pada Jumat sore, waktu setempat.

Polisi setempat, Mizanur Rahman, menjelaskan ada korban tiga anak yang berusia 12 dan 14 tahun tersambar petir di Kota pedesaan Nandail.

Empat orang lainnya tewas ketika tanah longsor menghantam rumah mereka di kota pelabuhan Chittagong, jelas inspektur polisi Nurul Islam.

Sedikitnya 16 orang tewas sejak Kamis di Meghalaya, wilayah terpencil di India, tulis keterangan menteri negara bagian Conrad Sangma.

Sementara itu, di wilayah Negara Bagian Assam, lebih dari 1,8 juta orang terdampak banjir setelah hujan deras selama lima hari.

Ketua Menteri Assam Himanta Biswa Sarma mengatakan, jika dia telah menginstruksikan pejabat disktrik untuk memberikan bantuan pada korban yang terjebak banjir.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved