Alfamart

Geliat Cilok Mas Heri di Alfamart, Bisnis dan Rasanya Tak Terbantahkan

Mas Heri memiliki usaha yang terbilang sederhana, yaitu cilok singkatan dari aci dicolok, sebuah makanan khas Sunda, mirip bakso

Editor: David_Kusuma
Dok Pribadi
Bakso Tusuk Ikan Tunas Mas Heri GPI 

TRIBUNMANADO.CO.ID  - Pria kurus dengan kemeja tangan panjang terlihat semringah saat turun dari mobil putih jenis Sport Utility Vehicle (SUV) 7 seater keluaran terbaru pabrikan negeri matahari terbit. Langkah kakinya cepat, melambangkan rasa optimis yang selama ini di kedepankannya. Terik matahari siang hari yang memantul di kulit tak dihiraukannya, terkalahkan oleh semangatnya untuk terus berusaha.

Nama lengkapnya Herianto (30), dia bukanlah abdi negara, karyawan BUMN ternama atau swasta yang memiliki jabatan mentereng di umur muda. Melainkan seorang mantan karyawan swasta yang memiliki usaha yang terbilang sederhana, yaitu cilok singkatan dari aci dicolok, sebuah makanan khas Sunda, mirip bakso, terbuat dari tapioka dengan tambahan berbagai jenis bumbu.

Sudah tiga tahun pria asal Ngawi ini menjalankan usaha cilok di Manado, dengan tenant yang diberi nama Bakso Tusuk Ikan Tuna Mas Heri GPI memiliki penghasilan yang tak main-main. Selain menjadi sumber mencari nafkah untuk anak dan istri, dari berdagang kudapan tersebut dirinya mampu membeli rumah dan mobil untuk beraktifitas. "Ini salah satu hasilnya," ujarnya sambil

Ditemui di satu di antara lokasi tenant yang diberi nama Bakso Tusuk Mas Heri GPI, menceritakan dari hasilnya menjual cilok di Alfamart dan beberapa tempat lainnya, dia juga telah bisa membeli rumah sebagai tempat berlindung dari panasnya matahari dan dinginnya hujan untuk keluarga tercintanya.

Untuk itu , dia akan terus mengembangkan usahanya, karena masih banyaknya peluang yang bisa didapatkannya.

"Saat ini saya memiliki 8 tenant, tersebar di beberapa tempat. tiga di antaranya di Alfamart," katanya.

Membuka usaha cilok dengan harga seribuan ini diceritakannya pada saat sedang bekerja di satu di antara ritel nasional. Saat itu, dia melihat penjual cilok yang sedang melayani pelanggan. Kemudian terlintas dalam pikirannya untuk membuka usaha tersebut. "Apalagi ketika tanya ibu, apakah bisa membuat cilok, ternyata jawabannya bisa," katanya.

Untuk menambah gurih rasa cilok yang diproduksinya, dia campurkan dengan ikan tuna, perbandingan 1:1. Dengan demikian rasa menjadi lezat. Apalagi ditambah dengan bumbu kacang yang kental, Siapa pun pasti menyukainya. "Saat ini saya harus menyiapkan 30 kilogram tepung tapioka dan 30 kilogram ikan tuna untuk sekali produksi," kata bapak dua anak ini.

Untuk pembuatan ciloknya, jika sebelumnya dilakukan secara manual, karena terus bertambahnya produksi, saat ini sudah dibantu dengan alat. Sedangkan karyawan yang membantunya sebanyak 8 orang.

Untuk variannya saat ini terdiri dari cilok, tahu, pangsit goreng dan bakso goreng. Sedangkan yang paling laku adalah cilok kukusnya.

"Untuk pelanggannya tak terbatas umur, mulai anak-anak sampai orang dewasa menyukai jajanan ini," kata pria murah senyum ini.

Bisnis yang dimulai dengan modal Rp 5 juta ini, buka mulai pukul 8.00- 21.00. "Rerata untuk omset perharimya Rp 250 ribu. omzet akan meningkat sekitar 70 persen pada momen tertentu, seperti Natal dan Idul Fitri," ungkapnya.

Pria berambut lurus tersebut mengungkapkan saat ini fokus untuk mengembangkan usaha ciloknya. "Kalau kita fokus, pasti akan ada hasilnya," ungkapnya.

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved