Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Dituduh Gunakan Senjata Pemusnah Massal, Bom yang Lebih Merusak dari Peledak Konvensional

Presiden Finlandia, Sauli Niinistö, mengatakan terkait perang antara Ukraina dan Rusia, di mana kini saling menggunakan senjata yang lebih berat.

Editor: Aswin_Lumintang
afp
Militer Rusia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Finlandia, Sauli Niinistö, mengatakan terkait perang antara Ukraina dan Rusia, di mana kini saling menggunakan senjata yang lebih berat.

Dikatakannya, Rusia kini bom termobarik.

Niinistö mengatakan soal dukungannya terhadap Ukraina, termasuk mendukung dalam hal persenjataan yang lebih berat.

Pertarungan Sengit Terjadi, Rusia Bombardir di Kota Sievierodonetsk, Ukraina Bertahan.
Pertarungan Sengit Terjadi, Rusia Bombardir di Kota Sievierodonetsk, Ukraina Bertahan. (AP/Alexei Alexandrov)

"Kami mendukung Ukraina, di sisi lain Rusia juga mulai menggunakan senjata yang sangat kuat."

"Bom termobarik yang sebenarnya adalah senjata pemusnah massal," katanya dikutip Tribunnews dari The Guardian.

Baca juga: Rusia Kenalkan Sistem Pajak Baru di Zaporizhia Ukraina: Penjual Alkohol dan Tembakau Bayar 10 Persen

Diketahui Ukraina dan negara-negara NATO, termasuk Inggris, menuduh Rusia menggunakan senjata termobarik.

Senjata tersebut diklaim lebih merusak daripada bahan peledak konvensional.

Baca juga: Hasil Survei Charta Politika: PDIP Teratas, PPP dan PAN diambang Batas

Baca juga: Chord Dasar Sudah - Ahmad Band: Dinda Semua Berakhir Sudah

Intelijen Ukraina: Jika Rusia Kuasai Donbas, Mereka Bisa Serang Wilayah Lain hingga Seluruh Ukraina

Diberitakan sebelumnya, Vadym Skibitsky, Wakil Kepala Intelijen Militer Ukraina, mengungkap mengenai kondisi tiga garis depan dalam perang melawan Rusia.

Seorang personel militer Rusia membawa Sphera yang diklaim merupakan robot pengumpul data intelijen di medan perang.
Seorang personel militer Rusia membawa Sphera yang diklaim merupakan robot pengumpul data intelijen di medan perang. (Set-1/East2West News)

 
Skibitsky mengatakan sebagian besar pasukan Rusia sekarang terkonsentrasi di wilayah Donbas dan berusaha menduduki perbatasan administratif republik Donetsk dan Luhansk.

Di daerah tersebut terjadi pertempuran artileri yang paling berat.

Sementara di timur laut Ukraina, sekitar Kharkiv, dia mengatakan pasukan Rusia fokus pada pertahanan setelah serangan balasan Ukraina mendorong mereka keluar dari beberapa kota dan desa di wilayah itu pada Mei 2022.

“Ancaman terhadap Kharkiv telah berkurang,” kata Skibitsky, diktip Tribunnews dari The Guardian.

Baca juga: Militer Ukraina Hampir Kehabisan Amunisi dalam Perang Lawan Rusia, Satu Hari Pakai 6.000 Peluru

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved