Ekonomi

Berimbas ke Nilai Tukar Rupiah, Ini Penyebab Inflasi di Amerika Serikat Masih Tinggi

Inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi berimbas pada nilai tukar rupiah ke dolar AS. Ini penyebab inflasi di AS.

Editor: Isvara Savitri
KONTAN
Ilustrasi dolar dan rupiah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejak Jumat (10/6/2022), inflasi di Amerika Serikat (AS) masih tinggi.

Hal ini berpengaruh terhadap banyak mata uang negara di dunia.

Salah satunya rupiah.

ilustrasi rupiah
ilustrasi rupiah (thikstockphotos)

Senin (13/6/2022), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi melemah.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Puteri mengatakan, inflasi AS secara tahunan berada di atas 8,6 persen karena imbas kenaikan harga energi.

Baca juga: Sosok Amrafel Tendean, Bocah yang Kalahkan Wali Kota Bitung Maurits Mantiri di Hapsa POR Tomohon

Baca juga: PLN Peduli Bangun Bank Sampah Perangi Sampah Plastik

Menurutnya, perkembangan ini dapat menjadi faktor pendorong bagi AS untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya.

"Sementara itu, dari domestik, pelaku pasar akan mengantisipasi data neraca perdagangan yang diprediksi masih akan melanjutkan surplus," kata Reny saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (12/6/2022).

Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat, Jumat (24/1/2014).
Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat, Jumat (24/1/2014). (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana juga mengatakan, sentimen utama pelemahan kurs rupiah terhadap dollar AS kemungkinan berasal dari potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed yang kembali agresif.

Penyebabnya, data inflasi AS pada Mei 2022 yang dirilis Jumat (10/6/2022) merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Baca juga: Ingat Zarina Zainuddin? Artis Cantik, Dulu Nekat Jadi Istri Kedua, Kabarnya Pasca Puluhan Tahun

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pagi, Korban 5 Orang, Mobil Avanza Hilang Kendali Lalu Tabrak Pohon

"Karenanya akan ada kemungkinan flight to quality untuk sementara dari investor global," ucap Fikri.

Fikri memprediksi, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada Senin (13/6) akan berada di kisaran Rp 14.460-Rp 14.680.

Ilustrasi rupiah anjlok
Ilustrasi rupiah anjlok (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Sementara Reny memperkirakan, rentang pergerakan nilai rupiah berada di Rp 14.525-Rp 14.595 per dollar AS.

Baca juga: Semarak HUT ke 76 Bhayangkara, Kejuaraan Bola Voli Kapolres Mitra Cup Bergulir

Baca juga: Informasi Cara Cetak Foto dengan Aplikasi WhatsApp, Cukup Pakai ChatFoto

Berdasarkan data RTI, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada di Rp 14.523 pada akhir perdagangan Jumat (10/6/2022).(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kurs Rupiah Diprediksi Melemah Pada Perdagangan Esok.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved