Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gosip Artis

Baru Terungkap, Justin Bieber Tengah Idap Penyakit Ramsay Hunt Syndrome, Kelumpuhan di Wajah

Sindrom ini bertanggung jawab atas 12 persen kasus kelumpuhan wajah, dengan prognosis yang lebih buruk

Instagram Justin Bieber
Baru Terungkap, Justin Bieber Tengah Idap Penyakit Ramsay Hunt Syndrome, Kelumpuhan di Wajah 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyanyi Justin Bieber terpaksa menghentikan sementara rangkaian konser solo bertajuk "Justice World Tour 2022" lantaran mengidap Ramsay Hunt Syndrome.

Melalui akun Instagramnya, @justinbieber, Bieber meminta maaf sekaligus menjelaskan apa itu Ramsay Hunt Syndrome yang menimpanya.

"Saya mengidap sindrom yang disebut sindrom Ramsay Hunt dan ini diakibatkan oleh sebuah virus yang menyerang telinga dan wajah saya sehingga sebagian wajah saya lumpuh," paparnya dalam unggahan, Sabtu (11/6/2022).

Baca juga: Pemerintah Sediakan Rumah Dinas Bagi ASN yang Pindah ke IKN, Semua Gratis

Penyakit tersebut membuat pelantun Baby ini mengalami kelumpuhan di wajah.

Timbul pertanyaan, bisakah pulih 100 persen?

Berikut ulasan dari Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi (kanker) Prof Zubairi Djoerban seperti dikutip dari akun twitter-nya, Sabtu (11/6/2022).

Ia menjelaskan, Ramsay Hunt Syndrome merupakan suatu kondisi yang disebabkan reaktivasi virus.

Sindrom ini bertanggung jawab atas 12 persen kasus kelumpuhan wajah, dengan prognosis yang lebih buruk ketimbang Bell's palsy atau kelumpuhan salah satu sisi otot wajah sehingga wajah tampak melorot.

Adapun virus penyebab Ramsay Hunt Syndrome adalah Varicella-zoster virus (VZV).

Virus ini sama dengan virus yang menyebabkan anak-anak terkena cacar air dan cacar ular (herpes zoster) pada orang dewasa.

"Herpes Zoster lumayan banyak ditemukan di Indonesia. Misalnya pada pasien-pasien kanker yang dapat kemoterapi. Demikian pula pasien penyakit autoimun yang mendapat dosis pengobatan Methylprednisolone sewaktu dosisnya masih tinggi," jelasnya yang juga menjabat Ketua Satgas IDI ini.

Lalu, bagaimana gejala Ramsay Hunt Syndrome?

Menurut Prof Zubairi, sindrom ini sering salah diagnosis sebagai Bell's Palsy.

Sebab, presentasi sindrom ini juga bervariasi.

Namun, tanda pertama sindrom ini seringkali berupa ruam kecil, serta kelemahan pada sisi wajah yang terkena dan hilangnya ekspresi wajah.

"Ada pula gejala lain. Gendang telinganya sakit, sehingga mengalami gangguan pendengaran di satu sisi. Terkadang kesulitan menutup salah satu mata, dan kelumpuhan pada satu sisi muka, serta vertigo," imbuhnya

Ia mengatakan, dokter akan memastikan seseorang mengalami Ramsay Hunt Syndrome, di antaranya dengan tes darah dan kulit untuk virus varicella-zoster, Elektromiografi (EMG), atau Magnetic resonance imaging (MRI).

"Ramsay Hunt Syndrome ini menyerang  Orang dewasa. Amat jarang menyerang anak-anak," ungkap dokter yang berpratek di RS Kramat ini.

Sejauh ini ada beragam pilihan pengobatan penyakit tersebut.

Diawali tahun 1982 obatnya adalah Acyclovir. Namun, dengan perkembangan zaman, ada obat yang lebih canggih: Valacyclovir.

Kini ada Acyclovir, Famciclovir, dan Valacyclovir.

"Dari pengalaman saya, Valacyclovir lebih baik ditambah obat steroid seperti Prednison. Kombinasi itu membuat penyembuhannya lebih cepat," kata dia.

Sementara, peluang pemulihan sindrom ini dari studi disebutkan bahwa tingkat pemulihan cukup tinggi, yakni di atas 70 persen. Tentu harus dengan pendekatan medis yang tepat.

"Yang jelas, sindrom ini sudah ada obatnya di Indonesia dan tersedia juga di apotek-apotek," ujarnya Prof Zubairi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved