Berita Sitaro

Pj Sekda Sitaro Agus Poputra Minta Penghapusan Tenaga Honorer Ditunda

Honorer diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau beralih ke outsourcing.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Pj Sekretaris Daerah Agus Poputra 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil keputusan untuk menghapus status tenaga honorer mulai tahun depan.

Honorer diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau beralih ke outsourcing.

Penghapusan tenaga honorer sendiri merupakan mandat yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Aturan tersebut mengamanatkan status kepegawaian di lingkungan instansi pemerintah wajib terdiri hanya dua jenis yakni pegawai negeri sipil (PNS) dan PPPK.

Aturan ini mulai berlaku mulai 28 November 2022 mendatang.

Menanggapi hal itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Agus Poputra meminta agar pemerintah menunda kebijakan tersebut.

"Kita lagi berusaha, kalau bisa pusat menunda lagi. Habiskan dulu ini 2025, 2026 nanti berpikir kedepan," beber Poputra saat diwawancarai sejumlah wartawan, Kamis (9/6/2022).

Menurut dia, keputusan penghapusan tenaga honorer bukalah hal yang mudah untuk dilaksanakan, apalagi di Kabupaten Sitaro yang masih minim lapangan kerja pada sektor swasta.

"Sedang dipikirkan itu (penghapusan honorer) bukan hal yang gampang. Karena kita berbeda dengan kondisi di Jawa yang lapangan pekerjaan di sektor swasta banyak," kata Poputra.

"Disini kita kan swasta sangat lemah. Penciptaan lapangan kerja kebanyakan penjaga toko. Kasihan kan anak-anak kita sarjana jadi penjaga toko," ungkapnya.

Ia pun berencana bersama DPRD Sitaro untuk membicarakan persoalan ini ke pemerintah pusat agar ada solusi terbaik yang dapat diambil terkait keberadaan tenaga honorer ini.

"Harus ada diskriminasi dong. Jangan samakan semua dengan di Jawa. Anak-anak kita mau kemana di kepulauan ini. Dan bukan hanya kita di Sitaro, daerah kabupaten kepulauan yang lain juga akan merasakan hal yang sama," ujar Poputra.

Apabila terpaksa, Poputra meminta pemerintah pusat mampu memetakan mana daerah-daerah yang bisa menerapkan penghapusan honorer, mana yang belum bisa.

"Memang kan sistemnya outsourcing khusus untuk sopir dan tenaga kebersihan. Cuma kita secara kelembagaan outsourcing disini masih lemah. Kalau pun diambil dari Manado, otomatis orang dari Manado yang diambil ke sini," kuncinya. (HER)

Masih Ingat Pelawak Adul? Kabarnya Besok Ia Akan Menikah, Di Sini Lokasinya

Wangi dan Tersenyum Kondisi Jenazah Eril, Buat Atalia Sang Ibu Yakin Anaknya Dijaga Allah

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved