Berita Boltim

Kisah David Muaya, Penjual Madu Hutan Asli Asal Desa Tompaso Baru Minahasa Selatan

Tribunmanado.co.id menemuinya Kamis (9/6/2022), di tempat mangkal yang sering dia gunakan untuk menjual madunya yakni jalan trans Sulawesi.

Penulis: Rustaman Paputungan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rustaman Paputungan
David Muaya (64) asal Desa Tompaso Baru Minahasa Selatan. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - David Muaya (64) asal Desa Tompaso Baru Minahasa Selatan, sudah 30 tahun memiliki pengalaman cara mengambil madu asli dari lebah yang ada di atas pepohonan.

Tribunmanado.co.id menemuinya Kamis (9/6/2022), di tempat mangkal yang sering dia gunakan untuk menjual madunya yakni jalan trans Sulawesi antara Desa Kotabunan dan Desa Paret Boltim.

Ia menceritakan sejak remaja, ia sering ikut teman mengambil madu yang ada di dalam hutan.

"Kemudian pas udah nikah (kawin), baru saya  belajar bagaimana teknik dan cara mengambil madu dari sarang lebah. Sekarang orangnya sudah tua, sudah umur 80 tahun," ucapnya. 

Ia pernah masuk rumah sakit lantaran digigit lebah saat sedang mengambil madu. 

"Karena waktu itu belum terlalu paham teknik mengambil madu tersebut, ucap pria yang sudah lama tinggal di Desa Dodap, Boltim," terang dia.

Ia menceritakan caranya mengambil madu. Yakni dengan menggunakan kayu, atau daun kelapa yang sudah kering.

Lalu dibakar hingga mengeluarkan asap. Kayu atau daun kelapa yang berasap itu kemudian didekatkan ke sarang lebah. 

"Biar lebahnya menghindar atau lari dari panas api, juga asap dari kayu tersebut," ujarnya. 

Setelah itu madu diambil untuk dijual. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved