RHK Rabu 8 Juni 2022

BACAAN ALKITAB - Matius 10:23 Cerdiklah Dalam Melayani

Penganiayaan dan penyiksaan, sudah menjadi romantika dan dinamika atau warna warni pelayanan. Namun, Tuhan Yesus mengajarkan kita

Editor: Aswin_Lumintang
ilustrasi 

  Matius 10:23
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penganiayaan dan penyiksaan, sudah menjadi romantika dan dinamika atau warna warni pelayanan. Namun, Tuhan Yesus mengajarkan kita sebagai hamba-Nya untuk cermat dan cerdik melihat segala sesuatu yang terjadi di medan pelayanan dan penginjilan. Jangan sampai kita mati percuma atau sia-sia.

Perlu kecermatan mengamati kemungkinan terjadinya hal-hal yang membahayakan dan mengganggu pelayanan kita secara keseluruhan.

Yesus mencontohkan bahwa jika kita sedang memberitakan Injil di suatu kota atau tempat tertentu, kemudian terjadi penganiayaan apalagi kekacauan, maka kita harus lari ke kota lain. Sebab, Tuhan akan selalu mendahului kita di setiap medan juang pelayanan kita, dan membuat segalanya indah pada waktunya.

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Istimewa)

Lari ke kota lain yang dimaksudkan di sini tentu bukan lari dari pelayanan atau lari meninggalkan tugas pokok kita dalam melayani Tuhan untuk cari selamat. Tetapi justeru untuk kepentingan pelayanan yang lebih besar, luas dan kotemporer atau futuristik, yakni kelanggengan dan kelangsungan kepentingan pelayanan yang lebih besar.

Yesus mengingatkan kita agar jangan menderita bahkan mati konyol. Jangan sampai kita hancur di suatu kota karena kita serampangan dalam melayani. Tetapi layanilah Tuhan dalam segala hal dengan tetap mempertimbangkan bagaimana keberlangsungan pelayanan di tempat di mana kita melayani.

Artinya, jangan karena keteledoran kita, berani tanpa pertimbangan yang baik, emosional, kita memaksakan kehendak terhadap segala situasi yang jahat.

Milikilah hikmat dari Tuhan. Jika situasi belum memungkinkan, maka kita tentu harus pindah melayani ke tempat lain. Sementara di tempat itu, sudah tentu Tuhan tempatkan orang tertentu, dan sesuai waktu dan kehendak Tuhan, kita bisa melayani kembali ketika waktu dan situasi menguntungkan pewartaan Injil Kristus di sana oleh kita sendiri.

Kita tidak perlu kuatir dan berkecil hati dengan berbagai sutuasi yang tidak kondusif di setiap pelayanan kita. Tugas kita adalah melayani saja dengan kecerdikan dan ketulusan hati. Yang lainnya adalah urusan Tuhan.

Ketika Tuhan menyatakan kehendak-Nya, maka segala sesuatu pasti terjadi untuk kebaikan kita dan untuk kemuliaan Tuhan. Kita harus cerdik melihat situasi, tapi tetaplah beritakan Injil dan layani Tuhan sepenuh hati dalam ketaatan dan takut akan Tuhan.

Jika kita terus setia melayani Kristus tanpa kenal lelah, Dia pasti menyertai dan memberkati kita. Dia selalu mendahului kita ke mana saja kita pergi dan berada,.

Sebab sesungguhnya Dia sudah datang dan sudah ada bersama kita, di mana saja dan ke mana saja kita pergi dan berada. Maka layanilah Tuhan dengan semangat iman yang teguh, tapi jangan konyol, agar penginjilan kita benar-benar berlangsung dengan baik dan memenangkan banyak orang. Kita harus memberitakan Injil dan melayani Tuhan dengan cerdik.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang." (ay 23)_

Kita diajarkan untuk "pergi ke kota lain" bukan berarti lari dari kenyataan berbagai persoalan jemaat apalagi menghindar dan lari dari pelayanan. Tapi kita diajarkan melayani dengan cerdik, cermat dan berhikmat. Sehingga pelayanan kita lebih efisien dan efektif.

Sebab kita diutus Kristus untuk pergi melayani Dia seperti domba di tengah-tengah serigala. Karena itu kita memang harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Di sinilah kematangan emosi dan kecerdasan spiritual kita sebagai hamba Tuhan diperlukan. Jadi, selain semangat yang tak pernah padam dalam melayani Tuhan, kita harus cerdik dan memakai hikmat Tuhan. Supaya tidak kontra produktif atau justeru menghambat pelayanan kita.

Jangan konyol. Jangan hilang kendali dalam pelayanan. Milikilah hati yang tahu membaca hati, serta layanilah Kristus dengan hati. Bukan dengan emosi. Sebab, Tuhan menilai kita dari hati. Bukan emosi yang menyala-nyala yang tak terkendali.

Sebagai keluarga dan orang Kristen, jangan lari dari pelayanan. Tapi juga jangan konyol. Layanilah Tuhan dengan hati dan berdasarkan hikmat dan keteguhan iman dari Kristus tanpa ragu. Cerdiklah memanfaatkan segala situasi dalam melayani Tuhan. Pakailah hidup kita sepenuhnya hanya untuk memuliakan nama Tuhan. Itulah yang berkenan pada-Nya. Amin

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami melayani Engkau dengan hikmat dan hati yang bersih, bukan emosional dan konyol. Pakailah kami seturut kehendak-Mu. Amin

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved