Human Interest Story

Sosok Hein, Kaum Tunanetra di Manado yang Setiap Hari Jualan Kacang, Dulunya Masih Bisa Melihat

Hein menjual kacang di lorong jalan penghubung jalan Samrat dan Pierre Tendean Manado.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Arthur Rompis
Hein menjual kacang di Lorong Jalan penghubung jalan Samrat dan Pierre Tendean Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kehidupan kaum difabel tuna netra di Manado jauh dari kata layak.

Fasilitas umum belum ramah difabel. Tak hanya itu mereka juga kerap jadi korban kekerasan.

Dari dirampok, ditipu hingga ditabrak.

Ini kisahnya..

Buta bukan berarti tak berdaya. Seperti dialami Hein (55).

Dalam keadaan buta, Hein justru menjadi berkat bagi orang lain.

Dia adalah wadah mujizat bagi Tuhan hingga orang yang melihatnya memuji kebesaran Tuhan.

Hein menjual kacang di lorong jalan penghubung jalan Samrat dan Pierre Tendean Manado.

Ditemui tribunmanado.co.id Senin (23/5/2022), ia tengah menjajakan kacang dagangannya pada pengemudi kendaraan yang melintas di sana.

"Terima kasih Tuhan Yesus memberkati," katanya pada pengemudi yang membayar tapi tak mau mengambil kacangnya.

Di awal wawancara, Hein menunjukkan dahinya yang punya banyak bekas luka.

"Ini luka ditabrak kendaraan atau pohon," kata dia.

Lebih banyak kasus Hein menabrak kendaraan. Selalu dahinya yang jadi korban.

"Mungkin sudah puluhan kali saya ditabrak kendaraan atau tabrak pohon, namun tak pernah sampai parah, Tuhan menolong saya," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved