Sosok IA Mahasiswa yang Ditangkap Densus 88, Pengumpul Dana Untuk ISIS, Kelompok Jaringan JAD
Media sosial menjadi alat perantara seorang mahasiswa berinisial IA (22) dalam menggalang dana untuk ISIS.
TRIBUNMANADO.CO.ID- Teroris di Indonesia terus mendapatkan tekanan oleh Densus 88 Polri.
Satu per satu teroris mulai ditangkap, hingga ke akar-akarnya.
Bahkan belum lama ini Densus 88 berhasil menangkap seorang mahasiswa berinisial IA.
Baca juga: Danai Kelompok Teroris, Seorang Mahasiswa Ditangkap Tim Densus 88, Kini Terancam 5 Tahun Penjara
FOTO ILUSTRASI-Petugas Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Kawasan Perumahan Kunciran Indah, Pinang, Tangerang, Banten, Rabu (16/05/2018). Sejumlah barang bukti dan tiga orang terduga teroris telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri.(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Media sosial menjadi alat perantara seorang mahasiswa berinisial IA (22) dalam menggalang dana untuk ISIS.
Mahasiswa di Malang, Jawa Timur itu kini ditangkap Densus 88 terkait dugaan kasus tindak pidana terorisme.
IA diduga telah menggalang dana untuk ISIS sejak 2019.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan IA aktif menggalang dana tersebut melalui suatu grup di salah satu media sosial.
Baca juga: Tim Densus 88: Teroris Mahasiswa di Malang Rencanakan Serangan ke Kantor Polisi
"Sejak tahun 2019 itu dia (IA) sudah melakukan komunikasi mengajak rekan-rekan di grup salah satu medsos tersebut," kata Ramadhan kepada wartawan, Selasa (31/5/2022).
Ramadhan menjelaskan IA juga diduga secara gamblang menyatakan bahwa pengumpulan dana itu ditujukan untuk memberikan bantuan untuk kegiatan kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria ( ISIS).
"Jadi dia menyampaikan dukungan ya bentuknya dia menyampaikan dukunganterhadap ISIS kemudian mengajak di grup di salah satu medsos untuk mendukung kegiatan ISIS dengan memberikan bantuan dana," jelas Ramadhan.
Ia menuturkan dana-dana itu kemudian dikirimkan oleh IA untuk digunakan sejumlah kegiatan teroris. Di antaranya, pelatihan fisik hingga pembelian senjata.
Baca juga: Diduga Pendukung MIT Poso dan ISIS di Tiga Wilayah, Densus 88 Tangkap 24 Terduga Teroris
"Pemberangkatan untuk pelatihan fisik atau militer juga untuk bisa pembelian senjata. Jadi pengumpulan dana itu bisa dilakukan dalam kegiatan teroris apa saja," pungkasnya.
Kronologi Penangkapan
Diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri kembali menggelar operasi senyap. Kali ini, satuan berlambang kepala burung hantu itu menangkap seorang mahasiswa berinisial IA (22) di Malang, Jawa Timur.
Adapun IA ditangkap sekitar pukul 12.00 WIB pada Senin 23 Mei 2022 kemarin. Dia merupakan salah satu mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi di Malang:
"Penangkapan dilakukan kemarin Senin 23 Mei 2022 kurang lebih pukul 12.00 WIB terhadap 1 orang tersangka atas nama inisial IA umur 22 tahun. Seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di kota Malang," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramdhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (24/5/2022).
Ramadhan menerangkan IA ditangkap karena diduga terlibat dalam pendanaan Islamic State of Iraq and Syria ( ISIS) di Indonesia.
Tak hanya itu, dia juga mengelola sosial media yang diduga menyebar materi ISIS.
"Keterlibatan IA yaitu yang bersangkutan melakukan pengumpulan dana untuk membantu ISIS di Indonesia. Kemudian yang bersangkutan mengelola media sosial dalam rangka penyebaran materi-materi ISIS terkait tindak pidana terorisme," ungkap dia.
Lebih lanjut, Ramadhan menuturkan IA diduga juga berkomunikasi dengan seorang tersangka teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) berinisial MR.
Adapun MR telah ditangkap oleh Densus 88.
"Yang bersangkutan berkomunikasi secara intens dengan tersangka dari kelompok JAD atas nama MR yang sudah ditangkap.
Dalam rangka amaliyah fasilitas umum dan kantor-kantor polisi," jelas dia.
Hingga saat ini, kata Ramadhan, pihaknya masih mendalami lebih lanjut terkait keterlibatan IA dalam kasus terorisme.
"Tindak lanjut penyidik Densus melakukan pemeriksaan dan pengembangan keterlibatan tersangka tersebut," pungkasnya.
(Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com