Alfamart

Sajikan Kudapan Raja untuk Pelanggan Alfanesia, Kacang Goyang Cap Maleo

Melalui makanan ringan tersebut pemilik usaha ingin menggambarkan bagaimana masyarakat tempo dulun membuat kudapan untuk raja dan bangsawan.

Editor: Rizali Posumah
HO
Produk kacang goyang Cap Maleo bisa dibeli di gerai Alfamart di Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya. 

Suami dari Hj Treystien Hapulu SE menjelaskan untuk pembuatan kacang goyang cukup rumit, meskipun bahan dasarnya terdiri dari kacang tanah dan gula pasir, namun memerlukan waktu cukup lama. Sekitar 7-8 jam.

Disebut kacang goyang, karena dalam pembuatannya memang untuk memadukan kacang tanah dan gula harus digoyang-goyang, agar tercampur dengan sempurna.

Sehingga masyarakatnya menyebutnya kacang goyang.

Untuk tahap awal pembuatan kudapan dengan rasa manis dan gurih, kacang tanah dengan kualitas terbaik, dipanggang dalam oven dengan waktu tertentu.

Kemudian, setelah dirasakan tingkat kematangannya sesuai, didiamkan beberapa saat agar dingin.

Setelah itu, kulit arinya dikupas satu per satu, agar kacang tanah tersebut menjadi bersih.

Dalam proses pengupasan ini juga untuk menyortir kacang-kacang yang sudah rusak, untuk kemudian dipisahkan dari yang baik. Dengan demikian kacang tanah yang digunakan memang terbaik.

Setelah selesai, kemudian dilanjutkan penyampurkan dengan gula pasir yang sebelumnya sudah cairkan.

Proses tersebut dilakukan di atas tungku yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga api yang keluar sesuai dengan kebutuhan.

Proses ini terbilang merupakan inti dari pembuatan kacang tanah inilah yang memerlukan kesabaran dan ketekunan, karena harus dilakukan antara 6-8 jam.

Lamanya proses pencampuran tersebut bukan tanpa alasan, melainkan untuk mendapatkan produk yang berkualitas.

Tak heran kacang goyang buatan UD Totabuan yang diberi nama cap Maleo banyak dicari pada saat Idul Fitri maupun Natal.

Selain itu, produk yang memiliki warna putih dan coklat tersebut banyak dijadikan buah tangan, bagi warga Manado yang tinggal di pulau Jawa maupun lainnya.

Pembuatan yang masih secara manual dan tradisional sengaja masih dipertahankan, untuk menjaga kualitasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved