Alfamart

Sajikan Kudapan Raja untuk Pelanggan Alfanesia, Kacang Goyang Cap Maleo

Melalui makanan ringan tersebut pemilik usaha ingin menggambarkan bagaimana masyarakat tempo dulun membuat kudapan untuk raja dan bangsawan.

Editor: Rizali Posumah
HO
Produk kacang goyang Cap Maleo bisa dibeli di gerai Alfamart di Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya. 

Hal ini dapat terlihat dari alur urat, menimbul di antara kulit kuning langsatnya.

Tampah yang digoyangkan dengan irama tertentu terbuat dari bambu, di pinggirnya ada plat besi yang telah dimodifikasi sedemikian rupa, berfungsi untuk mencegah kacang tanah yang ada di tampah tidak tumpah jika goyang.

Benda yang oleh masyarakat setempat disebut sosiru dapat digoyangkan, karena tergantung oleh tali kawat yang dikaitkan pada langit-langit bangunan.

Sedangkan api pada tungku yang terletak di bawahnya, terus menyala untuk menjaga agar proses pembuatan makanan khas Kotamobagu dapat berjalan dengan sempurna.

Sesekali disela menggoyangkan kacang tanah dan gula, kaum hawa tangguh tersebut meneguk minuman untuk melepas dahaga yang terasa di tenggorakan.

Malam semakin larut, namun para perempuan perkasa semakin bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan mulia tersebut.

"Saat ini, saya dan istri yang menjalankan usaha ini," ujar pria bernama lengkap Drs Hi Zainul Armyn Lantong di dampingi istrinya Hj Treystien Hapulu SE dan Manajer UD Totabuan Harianto Simbala S Kom saat ditemui di rumahnya.

Dia menceritakan awal mula usaha kacang goyang dimulai sejak 1983 oleh mertuanya seiring berjalannya waktu, usaha tersebut secara perlahan-lahan terus berkembang hingga saat ini.

Produk kacang goyang Cap Maleo bisa dibeli di gerai Alfamart.678
Produk kacang goyang Cap Maleo bisa dibeli di gerai Alfamart di Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya.

Pada saat itu mertuanya berfikir bagaimana cara melestarikan makanan khas para raja yang begitu istimewa kepada masyarakat.

“Dulunya makanan ringan tersebut hanya disajikan untuk para raja dan bangsawan saja maupun para tamu terhormat,” tutur pria murah senyum ini.

Namun setelah berjalannya waktu, warga Motoboi Kecil Kota Kotamobagu yang mengetahui pembuatan kacang goyang menyajikannya untuk momen spesial, seperti hari raya Idul Fitri, Natal maupun yang lainnya.

“Kemudian mertua saya yang kebetulan keturunan bangsawan membuka usaha kacang goyang agar makanan tersebut dapat dinikmati masyarakat, bukan hanya pada saat momen tertentu saja, melainkan setiap saat. Sekaligus juga melestarikannya,” ungkapnya.

Usaha yang dilakukannya sejak puluhan tahun lalu tersebut, merupakan yang pertama di Kotamobagu, bahkan di Sulawesi Utara, baru kemudian tumbuh, usaha-usaha lainnya yang sejenis.

"Jadi, UD Totabuan yang pertama membuat usaha kacang goyang. Sedangkan saat ini, kami merupakan generasi kedua," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved