Berita Internasional

Pertempuran di Sievierodonetsk, Militer Ukraina akan Pilih Mundur Daripada Terjebak

Skenario ini muncul di saat pasukan Rusia mengalami kemajuan di wilayah Ukraina timur, setelah tiga bulan perang.

Editor: Rizali Posumah
(AP PHOTO)
Konvoi truk militer yang diparkir di sebuah jalan di Mykolaivka, wilayah Donetsk, wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia, Ukraina timur, Minggu (27/2/2022). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasukan Ukraina memilih mundur bila terdesak. 

Hal itu dikatakan seorang pejabat Ukraina.

Ia mengatakan, pasukannya mungkin harus mundur dari pos terakhirnya di wilayah Luhansk, demi menghindari penangkapan oleh militer Rusia.

Skenario ini muncul di saat pasukan Rusia mengalami kemajuan di wilayah Ukraina Timur, setelah tiga bulan perang.

Dilansir Reuters, penarikan pasukan Ukraina akan membuka jalan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin merebut wilayah Luhansk dan Donetsk di Ukraina timur secara penuh.

Diketahui Luhansk dan Donetsk di Ukraina timur adalah dua daerah yang secara kolektif dikenal sebagai Donbas.

Gubernur Luhansk, Serhiy Gaidai, mengatakan pasukan Rusia telah memasuki Sievierodonetsk, kota terbesar di Donbas yang masih dalam genggaman Ukraina.

Mereka mengalami kemajuan setelah berusaha menjebak pasukan Ukraina di kota itu selama berhari-hari.

"Kami akan memiliki kekuatan dan sumber daya yang cukup untuk mempertahankan diri. Namun, mungkin saja agar tidak dikepung, kami harus mundur," kata Gaidai di Telegram.

Gaidai mengatakan 90

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved