Inflasi Sri Lanka
Sri Lanka Terpaksa Naikkan Harga BBM ke Rekor Tertinggi hingga 38 Persen
Krisis ekonomi yang tak kunjung usai membuat Pemerintah Sri Lanka mengambil tindakan khusus menstabilkan keuangan negara
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOLOMBO – Krisis ekonomi yang tak kunjung usai membuat Pemerintah Sri Lanka mengambil tindakan khusus menstabilkan keuangan negara dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Langkah ini terpaksa diambil Sri Lanka agar cadangan devisa negaranya bisa kembali seimbang, sehingga krisis ekonomi yang menimpa 22 juta penduduk Sri Lanka bisa sedikit membaik.
Dilansir dari Reuters, kenaikkan bahan bakar atau BBM akan terjadi pada solar dan bensin, dimana harga bensin akan meningkat sebesar 24 persen dari harga 338 ruppe menjadi 420 rupee per liter. Sementara untuk BBM jenis solar akan dinaikkan 38 persen atau 400 rupee per liter dari sebelumnya hanya dibadrol sekitar 289 rupee per liter.
“Masyarakat miskin akan menjadi yang paling terpengaruh oleh ini. Solusinya adalah membangun sistem bantuan tunai untuk mendukung orang miskin dan meningkatkan efisiensi sebanyak mungkin." ujar menteri tenaga dan energi Sri Lanka, Kanchana Wijesekera
Meski dengan, menaikkan harga BBM dapat memicu amukan massa dan aksi protes anti-pemerintah.
Namun menurut Wijesekera cara ini sangat efektif untuk menutup kesenjangan besar dalam pendapatan pemerintah Sri Lanka selama beberapa bulan kedepan.
“Dalam jangka pendek kita harus menghadapi periode waktu yang lebih sulit. Ada kemungkinan inflasi akan meningkat lebih jauh." jelas Wijesekera.
Kantor sensus Sri Lanka mencatat, total inflasi di negaranya sepanjang April lalu telah menembus 33,8 persen. Angka ini naik drastis dari inflasi pada Maret kemarin, dimana saat itu total inflasi hanya sekitar 21,5 persen.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dihajar Inflasi Tinggi, Sri Lanka Nekat Naikkan Harga BBM ke Rekor Tertinggi, https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/05/25/dihajar-inflasi-tinggi-sri-lanka-nekat-naikkan-harga-bbm-ke-rekor-tertinggi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/presiden-sri-lanka-gotabaya-rajapaksa-saat-berbicara-di-upacara-pembukaan-konferensi-iklim-cop26.jpg)