Berita Manado

Rumah Kopi Bersehati, Puluhan Tahun Sebar 'Virus' Kerukunan Lewat Secangkir Kopi

Rumah kopi itu semenjak berdiri pada tahun 1940 an menjunjung semangat egaliter khas Manado.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Arthur Rompis
Rumah Kopi Bersehati. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bak jamur tumbuh di musim hujan.

Begitulah pertumbuhan rumah kopi di Manado, ibu kota provinsi Sulut. Sangat pesat.

Hampir di semua jalan utama kota Manado ada rumah kopi. Rumah kopi baru sangat modern.

Tak hanya kopi. Tapi ada wifi. Fasilitasnya memadai.

Beberapa rumah kopi memiliki tempat pertunjukan musik.

Meski demikian, rumah kopi lama tetap laris manis.

Mereka tak tersisih dalam perebutan hegemoni dengan rumah kopi baru yang lebih modern.

Apa rahasianya ? Ko Ayong pemilik rumah kopi Bersehati mengungkapnya.

"Kami tetap pertahankan suasananya, yang egaliter, inklusif, tempat semua orang yang berbeda suku dan agama untuk bertemu dalam suasana keakraban.

Itulah ciri rumah kopi Manado yang tetap kami pertahankan," kata dia kepada tribunmanado Selasa (24/5/2022).

Dikatakannya suasana rumah kopi modern umumnya kaku dan individualistis.

Tapi rumah kopi Bersehati bersifat komunal dan sangat cair.

Ia menuturkan, rumah kopi itu semenjak berdiri pada tahun 1940 an menjunjung semangat egaliter khas Manado.

Rumah kopi adalah sarana menjalin kerukunan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved