Pembunuhan di Subang
Baru Terungkap Fakta Lain dari Kasus Pembunuhan di Subang, Yosef dan Mimin Kembali Lakukan ini
Meski demikian, hubungan Yosef dan Mimin juga kerap disinggung anak sulungnya, Yoris Raja Amanullah.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pembunuhan di Subang hingga kini belum terungkap.
Siapa pelakunya belum diketahui.
Sudah banyak saksi yang dihadirkan.
Namun pelakunya tak kunjung ditemukan.
Ya sembilan bulan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat belum terungkap, sejumlah saksi yang selama ini diperiksa intensif polisi mulai berani tampil di depan publik.
Terbaru, Yosef Hidayah, suami korban Tuti Suhartini dan ayah korban Amalia Mustika Ratu kini kembali dekat dengan istri mudanya, Mimin Mintarsih.
Kedekatan Yosef dan Mimin ini terungkap dalam video terbaru yang diunggah channel youtube Koin Seribu 77, Selasa (24/5/2022).
Saat itu, Yosef bersama Mimin tampak mendatangi Mapolres Subang, Jawa Barat.
Yosef dan Mimin tak sendiri, tapi didampingi Ade Furqon (kakak Mimin) dan Abi Aulia (anak Mimin).
Kedatangan Yosef dan Mimin ini semakin menegaskan jika mereka kini kembali bersatu.
Di awal-awal kasus ini, Yosef memilih tidak tinggal di rumah Mimin hingga beberapa bulan untuk menghindari opini negatif terkait kasusnya.
Meski demikian, hubungan Yosef dan Mimin juga kerap disinggung anak sulungnya, Yoris Raja Amanullah.
Bahkan, Yoris cenderung menyudutkan Mimin dengan menyebut ibu tirinya itu telah menyakiti hati ibu dan adik kandungnya (Tuti dan Amel).
Terkait kedatangannya ke Polres, Yosef menyebut bukan untuk diperiksa terkait kasus kematian Tuti dan Amalia, tapi mengurus surat izin mengemudi (SIM).
Kedatangannya ke Polres juga dipakai untuk temu kangen dengan penyidik polisi yang selama ini memeriksanya.
"Salah satunya kangen juga, banyak kenangan-kenangan dari awal," katanya.
Diakui Yosef, para penyidik selama ini baik kepadanya, bahkan lebih baik ketimbang kuasa hukumnya, Rohman Hidayah yang pernah mencecarnya sebelum menerima dia sebagai kliennya.
Di kesempatan itu, Yosef kembali menegaskan bahwa dia tidak tahu menahu atas kejadian pembunuhan yang menimpa istri dan anaknya.
"Yang namanya orangtua, tetap mendoakan kepada anak dan istri," katanya sambil mengusap matanya.
Dia berharap kasus ini tidak dipetieskan atau ditutup oleh penyidik.
"Berharap siapapun pelakunya ingin cepat-cepat ditetapkan," tegasnya.
Yosef lalu berkoar meminta pertanggungjawaban kepada seorang saksi yang telah menyudutkan dan memframing dia dari awal sampai saat ini.
Bahkan dia meminta saksi ini mempertanggungjawaban tuduhannya di depan publik karena tuduhan-tuduhan yang disampaikan sudah diketahui banyak orang di tingkat nasional hingga internasional.
"Saya minta jawaban yang sebenarnya. Ini tuduhan yang sangat dahsyat.
Semoga dia mempertanggungjawabkan. Dia itu memframing, buka aib, mencemarkan nama baik saya.
Segala sesuatu yang diucapkan itu berbohong-berbohong dan dusta," tegasnya.
Meski tidak menyebut siapa saksi yang dimaksud, namun banyak pihak yang menyebut jika saksi ini adalah Muhammad Ramdanu alias Danu.
Hal ini beralasan karena di beberapa kesempatan Yosef selalu menyebut Danu telah memfitnahnya.
(3 Pengakuan Baru Yosef saat Dicecar Terkait Pembunuhan Tuti. ((kolase Youtube))
Kemarahan Yosef Dipicu Yoris dan Yanti
Ternyata Yoris dan istrinya, Yanti Jubaedah adalah orang di balik kemarahan Yosef Hidayah, suami korban Tuti Suhartini- terhadap saksi Muhammad Ramdanu alias Danu.
Karena pengakuan Yoris dan Yanti, Yosef yang awalnya tak banyak bicara terkait kasus ini, kini kerap meluapkan kemarahannya terhadap Danu.
Kepada sang ayah Yosef, Yoris mengungkapkan perihal kesaksian Danu di depan penyidik polisi.
Yoris dan Yanti menyebut Danu menuding Yosef dan Mimin Mintarsih (istri muda Yosef) sebagai pembunuh Tuti dan Amel.
Menurut Yoris dan Yanti, pernyataan Danu itu diucapkan saat diperiksa penyidik kepolisian bersama dia.
Yoris juga menyebut Danu tidak mau menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) yang menjelaskan kesaksian tentang Yosef tersebut.
Dua hal inilah yang kemudian memicu kemarahan Yosef terhadap Danu.
Dalam keterangan terakhir di channel youtube Koin Seribu 77, Yosef mengakui memang tidak mengetahui sendiri tentang Danu yang tidak mau menandatangani BAP.
"Itu bapak gak tahu. Tapi Pak Rohman yang bertanya kepada Yoris dan Yanti," kata Yosef.
Meski hanya dapat keterangan dari Yoris, Yosef mengakui mempercayainya.
Bahkan, dia sanggup menghadirkan Yoris dan Yanti untuk menjelaskan itu.
"Yanti dan Yoris yang nanti akan menjawab," ungkapnya.
Sebelumnya, Yosef begitu emosi saat mengetahui cerita itu dari Yoris.
"Danu itu telah betul-betul menuduh saya sebagai pembunuh.
Dia telah memframing dan menuduh saya sebagai pembunuh," ungkap Yosef dikutip dari video yang diunggah channel youtube Koin Seribu 77.
Tuduhan Danu itu dilayangkan sebelum dia didampingi pengacara ATS Law Firm dan setelah digigit anjing pelacak.
(Fakta Baru Pembunuhan di Subang, Pintu Belakang Jadi Kunci Ungkap Kasus, Yosef Beda Pengakuan. (Kolase Handover/Kompas TV)
Saat itu, Danu harus menjalani pemeriksaan tiga hari di Polres Subang.
Namun, saat kesaksian tentang Yosef itu dibuat berita acara pemeriksaan (BAP), Danu justru menolak menandatangani.
"Kenapa tidak ditandatangani, itu yang menjadi (tanda tanya)
Apa alasan yang sebenarnya," tanyanya dengan nada tinggi.
Selama ini, Yosef mengaku diam saat diframing dan mendapat tuduhan itu.
Dia juga enggan melaporkan para youtuber yang telah mem-framing-nya.
"Kalau sekarang dilaporkan akan mengganggu penyidik dan penyelidikan," katanya.
Apalagi, lanjutnya, pihak kepolisian juga sudah memastikan tidak akan terganggu dengan opini yang ada di medsos.
Dia justru meyakini sebetulnya sudah ada nama-nama tersangka yang dikantongi Kapolda Jabar.
(Tangkapan layar CCTV diduga Yosef viral di media sosial. Ada perbedaan di pakaian Yosef di hari kejadian. (youtube Misteri Mbak Suci)
"Saya tidak akan terpengaruh dengan opini liar yang tidak jelas dan salah.
Kita tuh sebetulnya tidak terpengaruh dengan hal itu karena kita sudah di BAP dengan sebenar-benarnya," katanya.
Meski begitu, Yosef tetap tidak bisa menyembunyikan kemarahannya kepada Danu.
"Minimal dia telah merusak dan mencemarkan nama baik, dan menggiring opini bahwa seolah-olah saya sebagai pelaku," tukasnya.
Di bagian lain, Danu membantah tuduhan tidak menandatangani BAP dari penyidik.
"Gak ada, semua itu juga saya tandatangani semua. Tidak ada istilah BAP yang tidak ditandatangani," tegas Danu dalam video yang diunggah channel youtube Fredy Sudaryanto Sport, Rabu (25/5/2022).
Danu justru menganggap aneh jika ada opini dia tidak menandatangani BAP.
"Itu hebat banget itu (kalau tidak mau menandatangani BAP)," selorohnya. (tribun jabar/berbagai sumber)
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id