Terkini Nasional
Mendagri Tito Karnavian Sentil Kerawanan di Perbatasan, Banyak Senjata Beredar
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menkopolhukam Mahfud MD menyambangi Sulut, Senin (23/5/2022) malam
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menkopolhukam Mahfud MD menyambangi Sulut, Senin (23/5/2022) malam.
Dua Menteri Kabinet Presiden Jokowi ini berkesempatan memberikan arahan kepada aparat TNI/Polri dan Pejabat Pemda se-Sulut di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut.
Mendagri Tito Karnavian salah satu poin yang ia sentil soal keamanan negara di daerah perbatasan.
"Tahun ini Gerbangdutas di gelar di Miangas Kabupaten Talaud karena pulau terluar yang punya kedekatan dengan Filipina," kata Mantan Kapolri ini.
Daerah ini kata Tito Karnavian termasuk daerah rawan yang rentan crossing position. Bagus kalau hal-hal positif, tapi kalau negatif harus diantisipasi.
"Di Filipina Selatan masih banyak senjata beredar, narkotik, terorisme, ini hal yang perlu kita waspadai, perlu kita perkuat," ungkap dia.
Tito Karnavian mengatakan, Perintah Presiden Jokowi dilakukan pemerataan pembangunan. Pemerintah melaksanakan aspek pertahanan dengan cara soft dengan memperkuat daerah perbatasan.
Menurut dia di Sulawesi Utara kurang terasa, namun di Kalimantan cukup terasa. Masalah kurang suplai, infrastruktur belum dibangun, masyarakat tergantung ke Malaysia.
"Ini bisa menimbulkan masalah nasionalisme, dan lain-lain," kata dia.
Mendagri mengatakan, di samping itu Presiden memperkuat pembangunan desa. Langkah diambil yang belum pernah ada, nanti ada di zaman pemerintahan Presiden Jokowi. Pertama memperkuat regulasi dengan UU Desa, membentuk Kementerian Desa, dan Dana Desa yang tahun ini mencapai Rp 70 triliun.
"Pemetaan pembangunan fokus di desa dan daerah perbatasan," ungkap dia. (ryo)