Super Pandit
11 Tahun Menunggu AC Milan De Javu, Unggul Dua Poin Atas Inter Milan
Awal kejayaan kembali AC Milan telah dimulai. Scudetto diraih klub ini dengan materi pemain yang biasa-biasa saja.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MILAN - Awal kejayaan kembali AC Milan telah dimulai. Scudetto diraih klub ini dengan materi pemain yang biasa-biasa saja..
Apa saja kekuatan dan figur yang berperan sehingga Rossoneri bisa menjadi jawara Liga Italia?
AC Milan sukses mengulang kejayaan mereka di Liga Italia setelah harus menunggu 11 tahun lamanya.
Kemenangan mencolok tiga gol tanpa balas atas Sassuolo mengantar AC Milan meraih scudetto dengan kepala tegak!
Unggul dua poin dari sang rival abadi, Inter Milan dan menjadi tim yang paling sedikit kebobolan bersama Napoli.

Beradanya AC Milan di posisi untuk memperebutkan gelar Liga Italia saja sudah kejutan, apalagi meraihnya.
Dalam daftar skuad, Rossoneri tak memiliki nama mentereng yang mampu menggendong performa tim di setiap laga.
Skuad sederhana AC Milan mampu dipoles oleh Pioli menjadi tim kuat yang sulit untuk dikalahkan.
Chemistry yang terjalin antar pemain Rossoneri musim ini mampu membuat AC Milan tampil menjanjikan di Liga Italia.
Khususnya di lini tengah, pakem 4-2-3-1 dengan permainan pragmatis Stefano Pioli menghadirkan keseimbangan permainan AC Milan.
Franck Kessie, Sandro Tonali, dan Ismael Bennacer bahu membahu mengawal serangan lawan sekaligus menciptakan peluang berbahaya bagi Rossoneri.
Nama yang disebutkan pertama adalah gelandang cerdas yang memiliki visi bermain tinggi.
Per catatan FBref, ia menjadi pemain AC Milan dengan jumlah operan teringgi di kotak penalti dengan rata-rata 3.54 per pertandingannya.
Baca juga: Sosok Owen Jenkins, Kedubes Inggris yang Kibarkan Bendera LGBT hingga Dipanggil Menlu, Ini Profil
Baca juga: Sosok Brigadir Rompas Bhabinkamtibmas Polsek Singkil yang Jadi Idola Warga Singkil, Hobi Bantu Orang
Ia adalah ball playing midfielder sekaligus trequartista yang menjadi tulang punggung AC Milan selama dua musim ini hingga mampu lolos ke zona Liga Champions dan bersaing meraih scudetto.
Meskipun sering melakukan umpan beresiko, rata-rata passing pemain berusia 25 tahun tersebut cukup apik, yaitu berada di angka 88.11 % per pertandingannya.