Kasus Pelecehan
Seorang Pimpinan Ponpes Diduga Lecehkan 6 Santrinya, Begini Respon Kementrian Agama OKU Timur
Diketahui dugaan kasus tersebut terjadi di Ponpes di Desa Nusa Raya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kembali terjadi kasus pelecehan ke para Santri.
Diketahui dugaan kasus tersebut terjadi di Ponpes di Desa Nusa Raya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.
Terkait hal tersebut diduga pemimpin pondok pesantren adalah pelakunya.
Baca juga: Likupang Music Festival Hentak Likupang, Bupati Minut Joune Ganda: Akan Jadi Acara Tahunan
Baca juga: Valentine Lonteng Sprinter Sulut Sempat Memimpin, Ini Hasil Akhir Lari 100 Meter Putri SEA Games
Baca juga: Pimpin Upacara Harkitnas Tahun 2022, Bupati Bolsel Iskandar Kamaru: Ayo Bangkit Bersama

Foto : Ilustrasi seorang pimpinan ponpes lecehkan santri. (Tribunnews.com/medium.com)
Pimpinan pondok pesantren (ponpes) diduga berbuat asusila ke santrinya.
Ada enam santri yang diduga menjadi korban.
Dari informasi yang diterima korban dan pelaku telah berdamai.
Ponpes tersebut berada di Desa Nusa Raya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.
Kabar adanya pelecehan ataupun tindak asusila di ponpes oleh Pimpinan Ponpes inisial R tersebut merebak ke publik akhir-akhir ini.
Kemudian hal itu dibenarkan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) OKU Timur, Rosyid.
Rosyid mengungkapkan, ia sudah menerima laporan terkait adanya tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh pimpinan Ponpes tersebut.

Foto : Ilustrasi pelecehan. (Yonhap News)
Selain itu dirinya juga mengirimkan tim khusus untuk melakukan pengecekan secara langsung mulai dari perangkat desa dan juga pengurus ponpes.
"Informasi yang kami dapat ada 6 santri yang mengaku sudah menjadi korban pelecehan," ucapnya, Jumat (20/5/2022).
Selanjutnya Rosyid menyayangkan adanya tindakan asusila yang dilakukan, terlebih lagi di lingkungan Ponpes.
"Yang kami terima juga bahwa dari pihak tersebut (pelaku dan korban) sudah dilakukan damai secara kekeluargaan," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com