Sulawesi Utara

Kejari Minahasa Manfaatkan FABA, Limbah PLTU Amurang untuk Pembangunan Sarana Perkantoran

PLN Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Minahasa terus memperluas pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA).

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Handhika Dawangi
Istimewa/Dok. PLN UPDK Minahasa
Kepala Kejari Minahasa, Diky Oktavia SH MH dan Manajer PLN UPDK Minahasa, Andreas A Napitupulu menandatangani Kesepakatan Bersama Pemanfaatan Fly Ash, limbah PLTU Amurang, Rabu (18/05/2022) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - PLN Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Minahasa terus memperluas pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA), limbah sisa pembakaran batu bara di PLTU Amurang.

Teranyar, PLN UPDK Minahasa selamat bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa.

Kepala Kejari Minahasa, Diky Oktavia SH MH dan Manajer PLN UPDK Minahasa, Andreas A Napitupulu menandatangani Kesepakatan Bersama Pemanfaatan Fly Ash di Wilayah Kerja Kejaksaan Negeri Minahasa, Rabu 18 Mei 2022.

Pemanfaatan fly ash limbah PLTU Amurang untuk menunjang pembangunan di lingkungan Kejari Minahasa.

“Kami antusias, menyambut baik kerja sama ini karena melihat besarnya manfaat fly ash dan potensi pemanfaatan di area lingkungan kantor Kejari Minahasa," kata Oktavia, Kamis (19/05/2022).

Manager PT. PLN (Persero) UPDK Minahasa, Andreas Arthur menambahkan, jumlah fly ash PLTU yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terbuka lebar.

Dia menjekasaj, bentuk pemanfaatannya diantaranya, pertama, ubstitusi nahan naku untuk kegiatan pemadatan tanah.

"FABA menjadi material stabilisasi tanah," kata Andreas.

Selain itu, FABA mensubstitusi bahan baku untuk kegiatan pemadatan tanah, yakni embuatan lapisan sub-based untuk pembuatan road base.

Selain itu, sebagai substitusi bahan baku pembuatan semen mortar untuk pekerjaan unit pasangan tidak bertulang dan bertulang,

"Marerial FABA kita menjadi subtitusi bahan baku campuran cor dan rabat beton, beton precast atau beton pracetak," jelasnya.

Terakhir, material itu sebagai subtitusi bahan baku pembuatan paving block, batako, kansteen dan roster

Andreas pun mengatakan, peluang masyarakat memanfaatkan FABA masih terbuka lebar karena stok di PLTU Amurang masih sangat besar.

"Material FABA ini memberikan efisiensi, penghematan biaya untuk pembangunan sarana fisik. Kami terbuka jika ada pemda, kelompok masyarakat, organisasi sosial kemasyarakatan maupun UMKM yang mau memanfaatkan," jelasnya.(ndo)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved