Konflik di Afghanistan

Taliban Bubarkan Departemen Bentukan Eks Pemerintahan Pro AS Termasuk Komisi HAM 

Pemerintahan bentukan Taliban di Kabul, Afghanistan membubarkan departemen yang berlabel bentukan pemerintahan lalu yang didukung Amerika Serikat.

Editor: Aswin_Lumintang
Getty Images
Keberadaan di Afghanistan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KABUL - Pemerintahan bentukan Taliban di Kabul, Afghanistan membubarkan departemen yang berlabel bentukan pemerintahan lalu yang didukung Amerika Serikat. Keberadaan ini menambah runyam konflik interen di pemerintahan di negeri tersebut.

Seperti dilaporkan bahwa Otoritas Taliban di Afghanistan membubarkan lima departemen utama dari bekas pemerintahan sebelumnya, termasuk salah satunya Komisi Hak Asasi Manusia (HAM).

Taliban menganggap kelima departemen ini tidak diperlukan dalam menghadapi krisis keuangan, kata seorang pejabat.

Dilansir The Guardian, Afghanistan menghadapi defisit anggaran 44bn Afghan ($501m) tahun keuangan ini, lapor otoritas Taliban dalam pengumuman anggaran nasional tahunan pertama sejak mengambil alih negara.

Pemerintahan Taliban di Afghanistan
Pemerintahan Taliban di Afghanistan (AFP Photo)

"Karena departemen-departemen ini tidak dianggap perlu dan tidak dimasukkan dalam anggaran, mereka telah dibubarkan," kata Innamullah Samangani, wakil juru bicara pemerintah Taliban.

Juga dibubarkan adalah dewan tinggi untuk rekonsiliasi nasional (HCNR), dewan keamanan nasional yang pernah berkuasa tinggi, dan komisi untuk mengawasi pelaksanaan konstitusi Afghanistan.

HCNR terakhir dipimpin oleh mantan Presiden Afghanistan Abdullah Abdullah.

Departemen ini bertugas merundingkan perdamaian antara pemerintah mantan Presiden Ashraf Ghani yang didukung AS dan Taliban saat itu.

Pada Agustus 2021, pasukan asing menarik diri setelah 20 tahun setelah menginvasi Afghanistan.

Hal itu disusul runtuhnya pemerintah yang didukung Barat dan pengambilalihan Taliban.

Baca juga: Ditahan Imigrasi Singapura di Ruang 1x2, Ustaz Somad: Kenapa? Apakah Karena Teroris? Coba Jelaskan

Baca juga: Kabar Gembira, Warga Sulawesi Utara Bisa Beli Minyak Goreng Curah dengan Harga Rp 14.000 per Liter

 
Samangani mengatakan, anggaran negara "berdasarkan fakta objektif" dan hanya ditujukan untuk departemen yang aktif dan produktif.

Dia menambahkan bahwa departemen yang kini dibubarkan dapat diaktifkan kembali di masa depan "jika diperlukan".

Setelah mengambil alih pada tahun 2021, Taliban meyakinkan dunia bahwa mereka akan lebih moderat.

Namun mereka belum mengizinkan anak perempuan yang lebih tua untuk kembali mengeyam pendidikan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved