Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado Travel

Jalan-Jalan ke Manado, Coba Nikmati 5 Kuliner Sate Khas Minahasa, Berikut Daftarnya

Minahasa merupakan satu di antara etnis terbesar di Provinsi Sulut, di mana kuliner Manado banyak dipengaruhi dari kuliner Minahasa.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Handhika Dawangi
Kolase Tribun Manado/Ryo Noor/Istimew
Sate Tinoor, Ragey Kawangkoan, Ragey Tomohon, Sate Kolombi, Sate Manis Pedas Tomohon 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Jalan-Jalan ke Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara baiknya mencoba kekayaan kulinernya.

Salah satu kekayaan kulinernya yakni hidangan sate khas Minahasa.

Sekadar informasi Minahasa merupakan satu di antara etnis terbesar di Provinsi Sulut, di mana kuliner Manado banyak dipengaruhi dari kuliner Minahasa.

Berikut 5 rekomendasi kuliner sate dari Tribun Manado Travel.

1. Ragey Kawangkoan

Satu di antaranya kuliner jenis sate di Kota Manado yakni Ragey.

Sate ini merupakan kuliner khas etnis Minahasa.

Satu di antara yang paling terkenal yakni Ragey Kawangkoan, berada di Rumah Makan Ragey, Jalan Raya Kawangkoan di Kelurahan Talikuran, Minahasa. Rumah Makan ini sudah ada sejak 1987.

Tak hanya Ragey, Rumah Makan ini juga menyajikan menu khas Minahasa lainnya yang daftarnya cukup panjang .

Dari Kota Manado, untuk menuju lokasi ini memakan waktu sekitar 1 jam 45 menit. Dari Manado, melalui Jalan Manado - Tomohon.

Kemudian lanjut lagi melintas Rute Tomohon-Kawangkoan.

Tiba di Kawangkoan, akan mendapati Tugu Ragey yang ikonik. Tugu raksasa itu menandai Lokasi Rumah Makan Ragey Kawangkoan.

Sekadar informasi Ragey ini diolah dari daging babi kemudian dibuat sate dengan ukuran cukup besar dari sate pada umumnya.

Ragey dimasak dengan cara dipanggang di bara api. Dagingnya pun sudah dicampur bumbu dan rempah. Ragey pun bisa dinikmati dengan sambal dabu-dabu

Ragey merupakan sebuah tradisi dan warisan budaya leluhur Minahasa.

Ragey merupakan kependekan dari kata rageyen bahasa Tountemboan, Sub Etnis Minahasa yang artinya tolong dibakar.

Rageyen adalah sebuah kalimat perintah untuk membakar sesuatu (bahan makanan), misalnya membakar milu (jagung), daging, ubi dan sebagainya.

Namun, seiring dengan perkembangan, pengertian rageyen disingkat ragey yang semula sebagai perintah untuk membakar berbagai jenis bahan makanan berubah menjadi kalimat perintah lebih spesifik.

Itu akhirnya hanya dibatasi untuk membakar daging babi yang diolah menyerupai sate.

Proses pembuatannya, daging babi diiris dalam ukuran tertentu, lalu dibumbui dan dibakar seperti sate.

2. Sate Tinoor

Satu di antara rekomendasi kuliner sate khas Minahasa dari tribunmanado.co.id yakni Sate Tinoor

Sate yang satu ini merupakan kuliner 'legend'

Tinoor merupakan salah satu wilayah Kota Tomohon. Dulunya merupakan desa mayoritas sub etnis Tountemboan, salah satu sub etnis suku Minahasa.

Sate Tinoor pun merupakan satu di antara kuliner yang berkembang kini bisa dinikmati masyarakat.

Sate Tinoor terbagi atas dua bahan daging, ada sate menggunakan daging babi, ada juga memakai daging ayam.

Sate Tinoor ini bisa ditemukan di sejumlah Rumah Makan di wilayah Tinoor yang berdiri di tepi Jalan Manado-Tomohon.

Potongan Sate Tinoor ebih besar dari sate pada umumnya, sebab itu harganya dibandrol Rp 10.000 per tusuk. Dalam satu tusuknya ada tiga potongan daging.

Sebelum dipanggang di bara api tempurung, daging sate sudah dilumuri bumbu. Daging itu didominasi bumbu rica atau cabe rawit.

Bau harum khas daging dipanggang langsung tercium. Tak lama, daging mulai kecoklatan tanda sate sudah matang. Warna daging berubah menjadi cokelat muda. Saat di santap ada rasa manis pedas.

Tentu tribunners harus menjajal langsung kenikmatan rasa kuliner yang satu ini.

Sate Tinoor pun biasanya disantap dengan nasi bungkus khas Minahasa.

Orang Minahasa membuatnya dengan menaruh beras yang sudah dicuci bersih di sebuah daun lebar berwarna hijau, atau disebut daun nasi.

Setelah beras dibungkus, tinggal dikukus. Hasilnya kuliner ini disebut nasi bungkus. Nasi yang dimasak di daun ini menghasilkan bentuk pipih berwarna hijau.

Sate Tinoor disantap dengan dabu-dabu lemong. Perpaduan sambal khas Minahasa, terdiri dari rica, bawang merah, tomat dan perasan air jeruk.

3. Sate Manis Pedas Tomohon

Kebanyakan orang mengenal Ragey sate khas Minahasa, namun jika tribuners berkesempatan jalan-jalan ke Kota Tomohon, tak ada salahnya mencicipi Sate Manis Pedas. Namun sebagai catatan kuliner ini termasuk non halal, karena bahan dasarnya dari daging babi.

Bedanya, jika Ragey potongan dagingnya besar, Sate Manis Pedas ukurannya lebih kecil.

Kuliner yang satu ini ada di Jalan Raya Talete, Kota Tomohon. Lokasinya dekat pusat kota.

Terletak di emperan jalan, berderet kios-kios sederhana menyajikan Sate Manis Pedas. Di lokasi jalan sepanjang 100 meter tersebut sedikitnya berderet 8 kios menyajikan menu yang sama. Kios-kios itu buka dari pagi hingga lewat tengah malam masih saja ramai didatangi konsumen

Bau asap dari panggangan daging sate di atas bara api langsung menggugah selera

Sate Manis-Pedas sebenarnya merupakan dua jenis sate yang beda penyajiannya, yakni sate manis dan sate pedas.

Sate manis dagingnya didominasi rasa manis kecap dan gula merah, sedangkan sate pedas meski dibalut kecap atau gula merah, dibalur juga dengan rica. Saat di masak menghasilkan rasa berbeda

Pecinta kuliner sate bisa memilih sesukanya tergantung selera. Harga setusuk sate pun relatif murah hanya Rp 3.500.

Tak heran, Sate Manis-Pedas Jalan Raya Talete selalu laris manis diserbu pelanggan.

Saking larisnya kios-kios ini menjual sate hingga ribuan tusuk per harinya.

Setusuk Sate Manis Pedas sebenarnya terdiri dari empat potongan daging tanpa lemak yang dibalur bumbu racikan khas Kota Tomohon.

Sate Manis Pedas paling pas dinikmati dengan nasi bungkus khas Minahasa. Nasi dibungkus daun khusus ini, menghasilkan nasi panjang pipih.

Sate Manis Pedas juga cita rasa berbeda karena ditemani sambal khas. Resep sambal rica ini diracik dengan dominasi rasa manis.

4. Ragey Tomohon

Kuliner Ragey sudah umum, dan banyak ditemukan di Provinsi Sulut, namun tiap daerah di Sulut punya ciri khas tersendiri. Semisal Ragey Tomohon, Kuliner yang satu ini cukup populer

Catatan khusus, Ragey merupakan kuliner sate yang diolah dari daging babi dipanggang di atas api arang.

Ciri khas ragey potongan dagingnya besar -besar di banding sate pada umumnya. Potongan daging berbentuk persegi, digunakan bagian daging dan lemak, orang Sulut sering menyebutnya daging lapis

Banyak tempat di Sulawesi Utara bisa dikunjungi untuk menikmati ragey. Satu di antara yang paling populer di Jalan Raya Manado-Tomohon, Kakaskasen, Kota Tomohon.

Di daerah ini ada beberapa Rumah Makan menyajikan Sate Ragey.

Asap tebal menyebar kala Ragey di panggang di atas bara api, di kipas-kipas asap itu membawa harum olahan daging gurih yang biasanya di tercium kala memanggang.

Harga untuk menikmatki ragey ini cukup terjangkau, seporsi Rp 25.000, terdiri dari nasi, dua potong ragey, sambal dabu-dabu, sayur kangkung cah dan sup kacang merah.

Sementara setusuk Ragey dihargai Rp 8.000, menikmati Ragey Tomohon bisa menggunakan sambal rica bakar dan sambal dabu-dabu.

Rica bakar ini merupakan perpaduan rica atau cabe rawit, bawang merah, dan jahe kemudian dihaluskan kemudian dimasak dengan minyak panas

Sementara dabu-dabu, perpaduan rica/cabe rawit halus, potongan tomat, bawang merah dan perasan air jeruk.

Bagi yang tertarik menikmati sajian kuliner ini bisa menyambangi Kota Tomohon. Dari Kota Manado hanya butuh waktu satu jam tiba di lokasi.

5. Sate Kolombi Tondano

Sate Kolombi merupakan kuliner khas Minahasa yang bisa ditemukan di Daerah Boulevard Tondano.

Sate Kolombi merupakan hidangan
khas Kawasan Kuliner Danau Tondano.

Sate Kolombi merupakan kuliner yang paling hits di kawasan ini.

Kolombi merupakan kerang air tawar yang hidup di persawahan. Daging kerang ini kemudian diolah menjadi sate.

Olahan sate ini seperti kebanyakan kuliner khas Minahasa, disajikan dengan rasa pedas yang dominan. Usai dipanggang di bara api tempurung atau cangkang pala, disajikan dengan sambal rica bakar.

Para travelers yang lagi melancong ke Tondano, Ibu Kota Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara bisa singgah sejenak di Kawasan Kuliner Boulevard Tondano.

Boulevard Tondano merupakan kawasan kuliner mula-mula yang berkembang di Tondano, sejak tahun 2000-an. Tetap eksis di tengah menjamurnya rumah kopi, restoran hingga cafe di Tondano.

Untuk mencapai kawasan ini, bisa ditempuh dari Kota Manado, menuju Tondano sekitar 1 jam 30 menit menggunakan kendaraan. Travelers bisa melalui rute Jalan Manado-Tomohon lanjut ke arah Tondano.

Kawasan Boulevard Tondano merupakan jalan raya menembus area persawahan. Kawasan kulinernya pun berada di perempatan jalan Boulevard Tondano.

Sebuah jalan raya yang dijejali rumah makan di sisi kanan dan kiri jalannya. (ryo)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved