Rusia vs Ukraina
Pabrik Baja Tempat Tentara Ukraina Berlindung Dihantam Bom Fosfor Rusia: Neraka Telah Datang ke Bumi
Rusia disebut menjatuhkan bom fosfor di pabrik baja Mariupol tempat tentara Ukraina berlindung.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Rusia disebut menjatuhkan bom fosfor di pabrik baja Mariupol tempat tentara Ukraina berlindung.
Sementara itu, kepala mata-mata Ukraina menyebut kudeta untuk menggulingkan Vladimir Putin sedang berlangsung.
Wakil Dewan Kota Mariupol, Ukraina, Petro Andriushchenko mengabarkan bagaimana kondisi terbaru di pabrik baja Azovstal melalui aplikasi perpesanan Telegram, Minggu (15/5/2022).
Baca juga: Toleransi di Hari Raya Waisak, Umat Kristen Ibadah di Kompleks Vihara Buddhayana Tomohon
Baca juga: Samsung Galaxy Z Fold 4 Segera Dirilis, Ini Bocoran Spesifikasi Lengkapnya
Baca juga: Ramalan 12 Zodiak Besok Selasa 17 Mei 2022, Gemini Perlu Waspada Jangan Stres Ya, Cek Zodiakmu
Andriushchenko mengatakan Rusia telah menjatuhkan bom fosfor di Azovstal sebagai tanggapan atas kemenangan Ukraina dalam Kontes Lagu Eurovision (ESC).
Dia menggambarkan serangan itu sebagai neraka yang telah datang ke Azovstal.
"Neraka telah datang ke bumi. Ke Azovstal," kata Andriushchenko seperti dikutip Al Jazeera.
Andriushchenko mengunggah video tentang serangan itu, di mana tembakan artileri juga terlihat.
Video itu tidak dapat diverifikasi secara independen.
Adapun bom fosfor adalah bom pembakar yang menyala saat kontak dengan oksigen dan menyebabkan kerusakan yang menghancurkan.
Penggunaannya dilarang di bawah hukum internasional di daerah berpenduduk.
NATO Tak akan Tunda Ekspansi
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan dia tidak mengharapkan aksesi Finlandia dan Swedia ke aliansi pertahanan tertunda oleh keberatan Turki.
Turki telah menjelaskan bahwa mereka tidak ingin memblokir aksesi, kata Stoltenberg pada akhir pertemuan para menteri luar negeri NATO di Berlin.
"Saya yakin bahwa kami akan dapat mengatasi kekhawatiran yang telah diungkapkan Turki dengan cara yang tidak menunda keanggotaan atau proses aksesi," kata Stoltenberg.