Hukum dan Kriminal

'Ampun, Tolong Pak Hakim Kasihani Kami' Dua Kurir Sabu Menangis Usai Divonis

Dua kurir sabu di Medan minta ampun kepada Hakim Sidang setelah divonis. Vernando: "Ampun, tolong pak Hakim, tolong. Kasihani kami pak,".

Editor: Frandi Piring
Tribun Medan
Dua kurir sabu 22 kg Vernando Simanjuntak dan Eric Ambalagen menangis usai divonis hakim. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua terdakwa kasus narkotika, kurir sabu 22 kg, yakni Vernando Simanjuntak dan Eric Ambalagen yang sempat menangis sesegukan di pengadilan karena dituntut hukuman mati, kini bisa bernapas lega.

Pasalnya Majelis Hakim yang diketuai Zufida Hanum memvonis keduanya dengan pidana penjara seumur hidup.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap para terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup. Menetapkan para terdakwa tetap dalam tahanan," kata hakim.

Majelis Hakim dalam amarnya menyatakan adapun hal memberatkan, perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah membrantas tindak pidana narkotika.

"Hal meringankan tidak ditemukan pada diri para terdakwa," ujar hakim.

Dari fakta-fakta terungkap di persidangan, kedua terdakwa dinilai hakim telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana percobaan dengan permufakatan jahat memiliki,

menerima atau menjadi perantara jual beli (kurir) narkotika Golongan I jenis sabu seberat 22 kg untuk dijual.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika?

sebagaimana dakwaan primair penuntut umum," kata hakim.

Usai mendengar vonis hakim, kedua terdakwa tampak menangis haru.

Atas putusan tersebut Majelis Hakim memberi waktu kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun Penasehat Hukum terdakwa menentukan sikap apakah terima atau banding.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Vernando Simanjuntak yang merupakan warga Jalan Flamboyan Raya Kecamatan Medan Tuntungan sempat bersimpuh meminta tolong kepada Majelis Hakim supaya tidak memvonis mati dirinya dan rekannya.

"Ampun, tolong pak Hakim, tolong. Kasihani kami pak," kata Vernando sembari menangis sesegukan.

Halaman
123
Sumber: TribunMedan.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved