Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Maut Pukul 05.30 WIB, Seorang Pengemudi Tewas di Tempat, Mobil Expander Tabrak Pagar Tol
Terjadi kecelakaan maut di Jalan Tol Ngawi-Solo, Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada kemarin hari Rabu pagi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Tol Ngawi-Solo, Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada kemarin hari Rabu pagi.
Kecelakaan itu melibatkan kendaraan mobil yang mengalami kecelakaan tunggal.
Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan seorang pengemudi mobil tewas.
Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 11.30 WIB, Seorang Mahasiswi Meninggal, Korban dan Motornya Terseret Kereta
Baca juga: Gempa Guncang Jawa Barat Pagi Ini Kamis 12 Mei 2022, Baru Saja Guncang di Laut, Info Terkini BMKG
Baca juga: Gempa Guncang Jawa Timur Pagi Ini Kamis 12 Mei 2022, Terjadi Guncang di Laut, Info BMKG Magnitudonya
Foto: Kondisi mobil usai alami kecelakaan di Jalan Tol Ngawi-Solo, Rabu (11/5/2022). (KOMPAS.COM/PMI Sragen)
Terjadi kecelakaan di Jalan Tol Ngawi-Solo KM 525.600 Jalur B, Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Rabu (11/5/2022) pukul 05.30 WIB.
Kanit Laka Satuan Lalu Lintas Polres Sragen Ipda Irwan Marvianto mengatakan, kecelakaan terjadi saat kendaraan Mitsubishi Expander dengan nomor polisi AB 1292 DA berjalan dari arah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menuju Kota Solo, Jawa Tengah.
"Berada di lajur 1. Menjelang kejadian diduga pengemudi hilang konsentrasi saat mengemudi, sehingga kendaraan berjalan keluar badan jalan," kata Irwan saat dikonfirmasi Rabu.
Setelah keluar badan jalan, mobil membentur guardrill jalan atau pagar pengaman jalan yang berada di sebelah kiri jalan.
"Membentur ke guardrill jalan, lalu terjadilah laka lantas tunggal tersebut, bukan termasuk pemudik," jelasnya.
Tampak mobil bagian depan mengalami kerusakan dan ringsek atas benturan tersebut.
Saat ini kendaraan roda empat itu sudah dievakuasi diamankan di Polres Sragen.
Akibat dari kecelakaan ini pengemudi Mitsubishi Expander berinisial SU (61) warga Sumber, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, meninggal dunia.
"Pengemudi saat di lokasi sudah dalam kondisi meninggal dunia dan masih terjepit body mobil.
Setelah melakukan assesment tim melakukan evakuasi korban dibawa ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro," kata Ketua PMI Sragen Ismail Joko Sutrisno, saat dikonfirmasi.
Kecelakaan lainnya di Boyolali
Foto: Penampakan kereta kelinci 'Super Tayo' yang terperosok di ladang mengakibatkan dua orang tewas di Dukuh Dawung, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Rabu (11/5/2022). (TribunSolo.com/Tri Widodo)
Kereta kelinci yang membawa wisatawan dari Dukuh Cepoko, Desa Sangge, Kecamatan Klego mengalami musibah kecelakaan di tengah-tengah ladang di Dukuh Dawung, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Boyolali, Rabu (11/5/2022).
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu mengungkap sebuah fakta yang cukup mencengangkan.
Pertama, dari hasil penyelidikan sementara Polisi, kereta kelinci itu memiliki nomor polisi H-1439 SMG.
Sepur kelinci itu juga merupakan hasil modifikasi truk box.
Sepur kelinci itu dikemudikan Purwadi (60) yang juga merupakan warga Dukuh Cepoko, Desa Sangge, Kecamatan Klego, Boyolali.
Meski mengemudikan kendaraan roda 4, namun Polisi belum menemukan SIM A sopir.
Selain fakta tersebut, TribunSolo.com, juga mendapatkan informasi jika lokasi kejadian sepur kelinci nahas itu juga cukup angker.
Tempat tergulingnya sepur kelinci yang ada di sebelah pertigaan dengan kondisi jalan menurun itu cukup jauh dari kawasan penduduk.
Jalan yang ada di tengah-tengah ladang dan hutan jati itupun tak banyak dilewati warga, terutama malam hari.
“Jangankan saya, warga sekitar saja jarang yang lewat.
Saya pun tidak berani lewat sana, bahkan siang hari sekalipun,” tutur Tutik, warga Sangge, Kecamatan Klego, saat ditemui di RSUD Waras-Wiris, Andong, Rabu (11/5/2022).
Jika ingin pergi ke Solo atau sebagainya, dia lebih memilih memutar melalui jalan raya.
Meskipun jika melalui jalur itu (jalan desa Sempu yang menjadi lokasi sepur kelinci nahas itu) waktu tempuh menuju Kecamatan Nogosari lebih singkat.
“Jalan disitu sudah terkenal angkernya.
Warga sekitar pun jarang-jarang lewat jalan tersebut,” tambahnya.
(Kompas.com/Fristin) (TribunSolo.com/Tri)
Berita Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya
Tayang di Kompas.com dan TribunSolo.com