Ingat Jenderal (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo? Mantan KSAD dan Danjen Kopassus, Kabarnya Kini
Inilah sosok Jenderal (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo yang mendoakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi Presiden ke-8
TRIBUNMANADO.CO.ID- Senyum semringah nampak di wajah Jenderal (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo saat mendapat kujungan dari mantan anak buahnya Prabowo Subianto.
Kondisinya saat ini memang sedang tak sehat.
Subagyo merupakan pimpinan Prabowo saat menjabat sebagai Danjen Kopassus.
Baca juga: Sosok Jenderal TNI Subagyo HS, Eks KSAD di Era Tiga Presiden Berbeda yang Dukung Prabowo Jadi RI 01
Mantan KSAD Jenderal (Purn) Soebagyo HS saat bertemu dengan Prabowo Subianto pada Minggu (8/5/2022). Sosok Jenderal (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo mendoakan Prabowo Subianto menjadi Presiden menggantikan Jokowi. (istimewa)
Inilah sosok Jenderal (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo yang mendoakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi Presiden ke-8 menggantikan Jokowi.
Jenderal (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo merupakan eks Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ( Danjen Kopassus).
Subagyo menjabat Danjen Kopassus pada September 1994 hingga Desember 1995.
Jabatan Danjen Kopassus kemudian digantikan oleh Prabowo Subianto.
Baca juga: POTRET Eddy Subagyo Ayah dari Andhika Pratama yang Jarang Tersorot, Keturunan dari Belanda

Subagyo juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-20.
Di tengah kondisi kesehatan Subagyo yang kurang fit, Menteri Pertahanan itu mengunjunginya di rumah mantan atasannya itu di Yogyakarta, Minggu (8/5/2022).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Prabowo dan Subagyo saling mendoakan.
“Pak Subagyo HS saat ini sedang kurang fit. Alhamdulillah kedatangan mantan anak buahnya beliau bisa tersenyum dan menyatakan bahagia serta semangat,” kata Prabowo dalam keterangan tertulis, Minggu.
Baca juga: Penampilan Aura Kasih Kini Kian Berubah, Makin Cantik dan Langsing, Lihat Fotonya
Prabowo juga memberikan dorongan semangat kepada mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu agar senantiasa sehat.
"Mas Bagyo juga agar semangat dan sehat selalu. Nanti kita reuni Mas sama teman-teman purnawirawan,” ucap Prabowo.
Sementara itu, Subagyo pun menyampaikan doanya untuk Prabowo, “Mas Bowo harus jadi Presiden. Kali ini harus jadi dan harus menang,” ujar dia.
Berdasarkan foto yang diterima Kompas.com, Prabowo dan Subagyos HS sempat berfoto bersama sembari berjabat tangan di depan foto Jenderal Besar Soedirman.
Prabowo kunjungi para tokoh
Sebelumnya, Prabowo mengunjungi sejumlah tokoh politik dan tokoh agama di saat lebaran Idul Fitri tahun ini.
Di antaranya, Prabowo mengunjungi Presiden Jokowi, setelah itu ke kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, ziarah ke makam Gus Dur hingga berkunjung ke rumah tokoh NU Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan.
Aktivitas Prabowo Subianto itu pun menjadi sorotan.
Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai, aktivitas Prabowo tersebut kental dengan nuansa politis.
Seperti diketahui, nama Menteri Pertahanan itu selalu muncul di dalam hasil survei lembaga survei.
Ada tiga nama yang mengerucut dalam berbagai survei yang dilakukan lembaga survei, di antaranya Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Di saat Prabowo bersilaturahmi kepada Presiden Jokowi, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputro hingga ke rumah Habib Lutfi bin Yahya pun dianggap safari politik.
Namun, semua itu dibantah oleh Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco.
Dasco menyatakan, tidak ada kepentingan politik di balik silaturahmi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke sejumlah tokoh pada masa Hari Raya Idul Fitri 1443 H.
Dasco mengatakan, pandangan sejumlah pihak yang menilai silaturahmi tersebut berkaitan dengan Pemilihan Presiden 2024 mendatang masih terlalu dini.
"Bahwa itu ditafsirkan oleh beberapa pihak melakukan kegiatan politik, saya pikir, untuk pilpres misalnya, itu masih terlalu dini karena yang dilakukan hanya memang halal bi halal dan silaturahmi Idul Fitri," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/5/2022).
Dasco menuturkan, kunjungan Prabowo ke Presiden Joko Widodo merupakan hal yang wajar karena Prabowo sebagai Menteri Pertahanan adalah anak buah Jokowi di kabinet.
Sementara, pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri adalah bentuk penghargaan Prabowo kepada Megawati sebagai sosok yang lebih senior.
"Kalau ke Bu Mega itu lebih karena Pak Prabowo menghargai Bu Mega sebagai yang lebih tua dan selama ini hubungan baik sehingga ya dilakukan silaturahmi Lebaran sebelum ke tokoh-tokoh lain ke Bu Mega dulu," ujar Dasco.
Wakil ketua DPR itu menambahkan, silaturahmi Prabowo kepada tokoh-tokoh merupakan tradisi yang baik dilakukan pada masa Hari Raya Idul Fitri.
"Kunjungan Pak Prabowo itu ke tokoh-tokoh, ke alim ulama, itu adalah dalam rangka halal bi halal silaturahmi Hari Raya Idul Fitri dan itu kami pikir adalah tradisi yang bagus untuk dilakukan pada saat hari raya," kata dia.
Diketahui, selain Jokowi dan Megawati, Prabowo menemui sejumlah tokoh dalam rangka silaturahmi Lebaran selama satu pekan terakhir antara lain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, serta ulama sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi Bin Yahya.
Kental muatan politis
Sebelumnya, pasca lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah, Prabowo langsung tancap gas melakukan safari lebaran kepada Presiden Jokowi, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, tokoh Nahdlatul Ulama Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan serta ziarah ke makam KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).
Cara Prabowo melakukan safari lebaran tersebut dinilai oleh pengamat sebagai aksi cuci tangan terhadap Pilpres 2014, Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019.
"Silaturahmi Lebaran (safari lebaran) Prabowo tampak mengandung nuansa politik dan motif kepentingan yang sangat kental," kata pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam kepada Kompas.com (grup SURYA.co.id), Jumat (6/5/2022).
"Langkah ini bagian dari strategi politik Prabowo untuk cuci tangan dari catatan politik Pilpres 2014, Pilkada DKI Jakarta 2017, dan Pilpres 2019, di mana timnya dinilai cukup intens menggunakan strategi eksploitasi politik identitas," ujar Umam.
Ia mengatakan, sejumlah tokoh yang dikunjungi Ketua Umum Partai Gerindra itu merupakan simpul-simpul kekuatan politik besar, baik di level elite partai politik maupun tokoh yang berpengaruh secara sosial dan agama di akar rumput.
Adapun pada hari pertama Lebaran, Senin (2/5/2022), Prabowo bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Menurut Umam, Jokowi dan Megawati merupakan simpul kekuatan besar dari sisi kekuasaan dan partai politik penguasa.
"Simpul ini sangat bermanfaat dan menentukan untuk ia gunakan sebagai instrumen politik guna mematangkan basis koalisi PDI-P-Gerindra, sebagai jangkar pengusung Prabowo-Puan," kata Umam.
Selain itu, Prabowo juga dinilai ingin mendekati tokoh yang punya pengaruh sosial-agama, khususnya yang memiliki akar nahdliyin yang kuat.
Menurut Umam, hal itu berkaca dari silaturahmi Prabowo dengan kiai-kiai besar, termasuk mendatangi makam Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
"Langkah ini bagian dari strategi politik Prabowo untuk cuci tangan dari catatan politik Pilpres 2014, Pilkada DKI Jakarta 2017, dan Pilpres 2019, di mana timnya dinilai cukup intens menggunakan strategi eksploitasi politik identitas," ujar Umam.
Ia menjelaskan, strategi tersebut menyebabkan terkonsolidasinya kekuatan Islam konservatif di satu sisi dan menguatnya resistensi politik di kalangan nahdliyin di sisi lain.
"Kini, setelah Prabowo menjadi menterinya Jokowi, seiring dengan menguatnya kekecewaan kelompok Islam terhadap pilihan politiknya, Prabowo ingin memperbaiki hubungan dengan kekuatan nahdliyin," kata Umam.
Temui Habib Lutfi Pekalongan
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menemui ulama sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi bin Yahya di kediaman Lutfi, Pekalongan, Kamis (5/5/2022) malam.
Pertemuan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi Idul Fitri yang dilakukan Prabowo ke sejumlah tokoh.
"Asalamualaikum, selamat Idul Fitri Habib, mohon maaf lahir batin," kata Prabowo di lokasi, dikutip dari siaran pers.
"Waalaikumsalam, selamat datang kembali Mas Bowo. Minalaidin walfaidzin," jawab Habib Luthfi.
Keduanya lalu memasuki ruang kamar pribadi Habib Luthfi, di mana ia berpesan kepada Prabowo untuk selalu berjuang membela kepentingan rakyat.
Habib Luthfi juga mengapresiasi semangat Prabowo yang menurutnya tak pernah padam untuk membesarkan serta memajukan bangsa dan negara.
"Saya sangat salut dan mengapresiasi Mas Bowo yang semangatnya itu tidak pernah padam untuk bangsa dan negaranya. Mas Bowo terlihat segar walau sudah keliling," ujar Habib Luthfi.
Habib Luthfi juga berpesan agar Prabowo menjaga kesehatan agar dapat terus berjuang untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan bahwa persatuan bangsa Indonesia harus dijaga agar Indonesia menjadi kuat.
Prabowo mengatakan, persatuan bangsa Indonesia terbukti telah membuahkan hasil dengan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang terus membaik.
"Alhamdulillah keadaan Covid mulai membaik, rakyat sudah bisa kembali mudik bertemu sanak keluarga di kampung halaman. Sudah dua tahun rakyat tidak bisa mudik. Ini bukti bahwa jika kita bersatu, maka kita bisa kuat menghadapi tantangan dan ancaman," kata Prabowo.
Pertemuan tersebut merupakan pertemuan kedua antara Prabowo dan Habib Luthfi dalam satu bulan terakhir.
Sebelumnya, Prabowo juga Prabowo juga bersilaturahmi dengan Habib Luthfi pada 19 April 2022 lalu di tengah bulan Ramadhan.
"Pak Prabowo dan Habib Luthfi adalah kawan lama. Keduanya terlihat saling senang dan bahagia karena dipertemukan kembali di bulan suci Ramadhan ini," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, 20 April 2022.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Silaturahmi Lebaran, Prabowo Temui Habib Luthfi di Pekalongan"
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Safari Silaturahmi Prabowo Saat Lebaran Dinilai Kental Nuansa Politik"
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gerindra Klaim Tak Ada Kepentingan Politik di Balik Silaturahmi Lebaran Prabowo"
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id