Tersambar Petir
Seorang Mahasiswa Tewas Tersambar Petir, HP yang Ada di Celana Korban pun Hangus Terbakar
Insiden tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Minggu sore.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang mahasiswa meninggal dunia usai tersambar petir.
Insiden tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Minggu sore.
Korban hendak kerumah rekannya, kondisi sedang hujan lalu tersambar petir.
Baca juga: Bupati Franky Donny Wongkar Lantik Benny Lumingkewas Jadi Plt. Sekda Minsel, Denny Kaawoan Pensiun
Baca juga: Bocah 7 Tahun Diduga Meninggal karena Hepatitis Akut, Kemenkes Langsung Ambil Tindakan
Baca juga: Wagub Sulut Steven Kandouw Tegur Tegas PNS : Baca Lagi Visi Misi ODSK
Foto : Ilustrasi Tewas tersambar petir. (istimewa)
Dadang (24) seorang mahasiswa tewas disambar petir di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Korban yang merupakan warga Kelurahan Anggaberi, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe itu tersambar petir saat hendak ke rumah rekannya.
Peristiwa terjadi pada Minggu (8/5/2022) sekira pukul 15.00 Wita.
Ibu korban Idar Royani menjelaskan, peristiwa bermula saat anaknya menelpon rekannya dan kemudian keluar dari rumah saat cuaca hujan disertai petir
"Setelah menelpon dia keluar, katanya mau pergi bayar ongkos perbaikan motor temannya," katanya.
Saksi mata Sutar Pagala mengatakan, saat itu dirinya melihat korban sedang berjalan dalam kondisi hujan.
Namun beberapa menit kemudian terdengar suara petir seiring dengan jatuhnya korban ke tanah.
"Dia lagi jalan, tidak lama kemudian bunyi petir setelah itu dia langsung jatuh," ujarnya.
Foto : Ilustrasi Tersambar petir. (istimewa)
Saat dievakuasi, warga menemukan sebuah handphone dalam saku celana korban sudah dalam kondisi pecah dan hangus terbakar.
“Ini HPnya saya dapat di saku celana masih berasap tadi waktu saya tarik,”tambahnya.
Warga yang ada di lokasi pun sempat membawa korban ke rumah sakit terdekat namun nyawanya sudah bisa tertolong.
Saat ini jenazah telah dibawa ke rumah duka dan diserahkan ke pihak keluarga di Kelurahaan Anggaberi.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com