RHK Rabu 4 Mei 2022
BACAAN ALKITAB - 1 Raja-raja 19:13-14 Konsistensi
Nabi Elia, sangat taat dan setia kepada Tuhan. Dia selalu menuruti setiap perintah Tuhan. Ketika Tuhan menyuruh dia keluar dari gua di gunung Horeb,
1 Raja-raja 19:13-14
TRIBUNMANADO.CO.ID - Nabi Elia, sangat taat dan setia kepada Tuhan. Dia selalu menuruti setiap perintah Tuhan. Ketika Tuhan menyuruh dia keluar dari gua di gunung Horeb, dia menuruti. Dia menyaksikan segala kedahsyatan kekuatan kuasa Allah yang tak terhingga. Dalam angin sepoi-sepoi basah, Elia kemudian mendengar kehadiran Allah.
Elia keluar sambil menyelubungi mukanya dengan jubahnya. Dia berdiri di pintu gua itu, sesuai yang diperintahkan Allah kepadanya. Dia hendak mendengar amanat agung Allah bagi dirinya, dalam lanjutan tugas dan tanggungjawab kehambaannya kepada Allah.
Ternyata, apa yang diterima ataupun dialami oleh Elia, tidak seperti yang dia pikirkan. Bukan perintah yang dia terima dari Allah. Tapi dia justeru mendapatkan pertanyaan. Yang menarik, pertanyaan yang disampaikan Tuhan padanya adalah "pertanyaan ulangan."
Artinya, pertanyaan Tuhan sama seperti pertanyaan-Nya sebelumnya kepada Elia. Yakni: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" Apa jawaban Elia? Ternyata sama seperti jawabannya pada pertanyaan Tuhan pertama (band ay 9, 10).
Demikian firman Tuhan hari ini.
Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"
Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku." (ay 13, 14)
Elia konsisten dengan jawabannya pada pertanyaan Tuhan yang pertama bahwa dia memilih bekerja untuk Tuhan. Yah, Elia mengatakan bahwa dia tidak berubah. Tetap mau bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan, Allah semesta alam.
Hal ini dilakukan oleh Elia bukan hanya karena ketaatan dan kesetiaannya kepada Allah, tapi karena kebejatan orang Israel bersama para pemimpinnya yang telah mengkhianati Tuhan, Penciptanya. Sebab mereka telah melanggar perjanjian Allah, meruntuhkan mezbah-Nya dan membunuh nabi-nabi Allah. Bahkan Elia pun dikejar-kejar untuk dibunuh.
Meski agak kecewa bahkan cenderung depresi dengan tekanan hidup yang dia alami karena dikejar-kejar raja Ahab dan Izebel isterinya, namun Elia tetap menunjukkan konsistensinya melayani pekerjaan Allah.
Bahwa sekalipun dia diperhadapkan dengan berbagai persoalan hidup yang menekan termasuk ancaman bahaya maut merenggut nyawanya, namun tidak sedikitpun menyurutkan semangatnya dalam bekerja untuk kemuliaan Allah, Bapa. Sehingga, meskipun ditanyakan berulang-ulang, dia menjawab Sang Pencipta, Tuhan Allah kita bahwa Elia adalah tetap Elia. Dia tetap setia dan taat kepada Tuhan, serta terus bekerja melayani Tuhan ke mana saja dia pergi dan berada.
Sahabat Kristus, nabi Elia memberi pelajaran sekaligus perspektif dalam panggilan pelayanan kita, yakni tentang hal konsistensi pilihan hidup. Yakni memilih tetap setia melayani Tuhan, di mana saja berada dan dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. Tuhan selalu menjadi yang utama. Pekerjaan Tuhan selalu yang harus diprioritaskan dari pada yang lain.
Kita diajarkan untuk memiliki konsistensi dalam melayani Tuhan. Kita diminta untuk konsisten dengan janji kita kepada Tuhan untuk mengikut dan melayani Dia dalam keadaan apapun. Termasuk dalam tekanan beban hidup seberat dan sebanyak apapun juga. Bahwa sesungguhnya dalam kelemahan kita, di situ ada kekuatan tangan Tuhan yang ajaib yang pasti menolong kita bersama keluarga.
Jadi yang dibutuhkan bagi kita sebagai pelayan Tuhan adalah konsisten dengan janji setia kita kepada Tuhan. Jangan plin plan. Jika kita plin plan, kita pasti gagal dalam segala hal. Sebaliknya, jika kita terus berpegang pada janji setia kepada-Nya, Dia pasti akan jauh lebih setia dari kita, yang pasti menolong, menyertai dan memberkati kita secara heran, dahsyat dan luar biasa, seperti pengalaman nabi Elia. Maka jadilah kita sebagai nabi Elia masa kini yang memilih konsisten hidup mengikuti jalan dan perintah Tuhan serta mau melayani Dia lebih sungguh lagi, agar dari cara hidup kita yang benar, nama Tuhan selalu dipuji dan dimuliakan selamanya. Amin
Doa: Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk hidup konsisten mengikuti firman dan kehendak-Mu, meski harus melewati rintangan dan berbagai persoalan hidup. Tuntunlah kami agar selalu hidup memuliakan nama Tuhan. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/nabi-elia-78888.jpg)