Berita Boltim

Masjid Sultan Ibrahim Motongkad Boltim Gelar Salat Id, Ini Isi Khutbah Khatib Syarifuddin Al Idrus

Masjid Sultan Ibrahim, Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dipenuhi jamaah

Penulis: Rizali Posumah | Editor: Chintya Rantung
Rizali Posumah/Tribun Manado
Imam (kiri) Khatib (kanan) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - 1 Syawal 1444 Hijriah atau Senin 2 Mei 2022, Masjid Sultan Ibrahim, Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dipenuhi jamaah.

Masjid yang baru dibuka pada tanggal 26 Maret 2022 itu menggelar salat Idul Fitri untuk pertama kalinya.

Bertindak sebagai Khatib Syarifudun Al Idrus, sebagai imam Sudarmo Sondakh.

Dalam penyampaian khutbah berjudul Melestarikan Nilai-nilai Amaliah Bulan Ramadan, Khatib Syarifudin Al Idrus mengajak jamaah untuk saling memaafkan.

"Saling memaafkan adalah upaya menghilangkan benci, dengki, dendam di hati agar berganti kasih sayang dan cinta, " sebut Khatib.

Khatib kemudian mengutip hadis Nabi SAW.

"Bukanlah menyambung silaturahmi itu adalah dengan membalas kebaikan seseorang.

Akan tetapi, yang dimaksud menyambung silaturahmi itu adalah jika hubungannya diputus, maka ia memulai untuk menyambung kembali," ujar Khatib Syarifudin Al Idrus dalam khutbahnya.

Khatib juga mengingatkan, bahwa puasa ramadan diwajibkan Allah kepada orang-orang beriman bertujuan untuk menciptakan manusia yang bertakwa.

"Karena standar kemuliaan dan kedudukan seseorang di sisi Allah bergantung pada ketakwaannya," terang Khatib Syarifudin Al Idrus.

Khatib menjelaskan, manusia dianggap mulia bukan karena harta dan jabatan, bukan pula bentuk dan rupa. Melainkan hatinya.

"Maka jangan sampai semua (harta dan rupa) itu merusak keimanan dan hati kita. Di mana itu adalah tempat Allah memandang keluhuran manusia," terang Khatib.

Khatib kemudian mengutip sebuah hadits riwayat Muslim.

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kamu dan tidak melihat kepada bentuk kamu, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan perbuatanmu," terang Khatib.

Bulan ramadan, kata Khatib, tidak hanya tempat untuk menumpuk pahala.

Lebih dari itu, ramadan mengajarkan agar manusia melestarikan nilai-nilai kebaikan setelah ramadan.

Sebut Khatib, di antara bentuk amaliyah yang perlu terus dilestarikan yakni, Takut kepada Allah SWT, berbagi kepada sesama manusia, dan yang terakhir menyambung silaturahmi.

Seusai melaksanakan salat id, para jamaah bangkit dan berjabatan tangan. Saling memaafkan di hari yang fitri ini.

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved