Berita Otomotif

70 Persen Lakalantas Faktor Manusia, Honda DAW Edukasi Cari_Aman Safety Riding ke Jurnalis di Manado

Tahun 2020, turun 14 persen menjadi 100.028 lakalantas. Penurunan ini bukan karena adanya pembatasan sosial di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Fernando Lumowa
Honda DAW, main diler sepeda motor Honda di Sulut Gorontalo Malut menggelar edukasi keselamatan berkendara kepada jurnalis di Manado dan sekitarnya, Jumat (29/04/2022). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dampak kecelakaan lalu-lintas tak cuma luka-luka, kehilangan materi atau nyawa.

Kerugian yang lebih besar justru adalah dampak sosial pasca kecelakaan lalu-lintas.

Instruktur Safety Riding Honda PT Daya Adicipta Wisesa (DAW), Jonatan Rotinsulu mengatakan, dampak dari luka-luka, perawatan kesehatan hanya sekitar 20 persen.

"Paling besar cacat seumur hidup, kehilangan pekerjaan, kehilangan jiwa, kehilangan keluarga dan dampak sosial lainnya," kata Jonatan dalam Sosialisasi Safety Riding #Cari_Aman bagi Jurnalis di kantor PT DAW, Jumat (29/04/2022).

Jonatan merilis data Polri, sepanjang tahun 2019, terjadi 116.412 lakalantas di Indonesia.

Tahun 2020, turun 14 persen menjadi 100.028 lakalantas. Penurunan ini bukan karena adanya pembatasan sosial di masa pandemi Covid-19.

Dikatakan, dari total kejadian lakalantas, 75 persen korban adalah pengendara sepeda motor.

"Dilihat dari profil demografi 58 persen korban lakalantas berusia 14-38 tahun," kata Natan.

Natal menjelaskan, penyebab kecelakaan disebabkan oleh tiga faktor. Manusia, kendaraan dan lingkungan.

"60 hingga 70 persen kecelakaan itu karena  faktor manusia," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved