Manado

Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa Kritik Kinerja Kapolresta, Pembunuhan Marak di Manado

Ketua FKUB Sulut, Pdt Lucky Rumopa menyayangkan terjadi tindak kekerasan di Kota Manado hingga menyebabkan korban tewas.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Handhika Dawangi
Tribun Manado/Ryo Noor
Ketua FKUB Sulut, Pdt Lucky Rumopa 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kasus Pembunuhan di Kota Manado marak empat bulan belakangan ini. 7 nyawa melayang akibat penganiayaan terjadi selang 2022.

Ketua FKUB Sulut, Pdt Lucky Rumopa menyayangkan terjadi tindak kekerasan di Kota Manado hingga menyebabkan korban tewas.

7 kasus pembunuhan dalam 4 bulan terakhir ini, menandakan ada yang salah dalam penanganan pencegahan kasus kekerasan.

"Waktu lalu para tokoh agama mengadakan audiensi dengan Kapolresta Manado, kami menyampaikan masukan kiranya Kapolres melakukan razia sajam," kata pdt Lucky Rumopa kepada tribunmanado.co.id, Rabu (27/4/2022).

Pdt Lucky Rumopa pun menyayangkan seruan dari Tokoh-tokoh agama tidak diikuti dengan langkah dari aparat untuk mencegah tindak kekerasan.

"Kapolres tidsk dengar torang (tokoh agama) pe seruan. Kondisi ini sangat miris dan prihatin," ujarnya.

Sudah kejadian seperti ini, maka kiranya aparat keamanan meningkatkan antisipasi terhadap kasus kekerasan, salah satunya tingkatkan razia sajam

Pdt Lucky Rumopa mengatakan, artinya juga di tengah kehidupan masyarakat jadi tolak ukur peran tokoh agama mengayomi umat mereka.

Namun upaya ini jika tidak diikuti dengan penanganan keamanan dan ketertiban, maka akan jadi sia-sia.

"Fenomena kekerasan ini harus disikapi dengan sinergi kerja sama tokoh agama, tokoh Mayarakat, perlu pendampingan pastoral maupun bimbingan rohani, diikuti juga dengan k razia sajam supaya orang tidak gampang membunuh,'' ungkapnya.

Apalagi saat ini masih di Bulan Puasa, dan jelang Idul Fitri, harus ada langkah cepat melakukan pencegahan tindak kekerasan.

Terbaru, terjadi kasus pembunuhan terhadap Sandi Lumabian. Lokasi penganiayaan terjadi di Indekost Hepi Lantai 3 Calaca Lingkungan 3.

Pelaku berhasil diringkus oleh Satintelkam Polresta Manado. Mereka yak i Amran alias AM (17) warga kelurahan paniki bawah dan Jonatahan alias JK (17) warga kelurahan Bailang.

Para pelaku bekerja sebagai tukang parkir di seputaran Jalan Roda Kota Manado. Dalam penangkapan, polisi ikut membawa seorang wanita Elisabeth alias EA (16) warga kelurahan bailang. (ryo)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved