Berita Viral

Nasib Seorang Ibu Kerja di Rumah Anak Sendiri, Dipolisikan karena Curi Ponsel, Alasannya Miris

Seorang ibu inisial AL bekerja sebagai pembantu di rumah anaknya kandungnya.

TribunPekanbaru.com/The Drold Guy
AL, seorang ibu asal Pandan Salas, Mayura Cakranegara menejaskan kronologinya mencuri hape anak kandungnya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang ibu, inisial AL (68), nekat mencuri ponsel di rumah anaknya.

Ibu tersebut sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci dan pengasuh anak di rumah korban.

Kisah tersebut viral saat anak kandung AL tersebut melaporkan kejadian itu ke polisi.

Ilustrasi ponsel
Ilustrasi ponsel (Tribunnews.com)

Sang ibu yang beralamat Pandan Salas, Mayura, Cakranegara, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan oleh anak kandungnya sendiri karena mencuri hape miliknya.

Rupanya AL bekerja sebagai seorang pembantu di rumah anaknya kandungnya tersebut.

AL bekerja di rumah anaknya sebagai tukang cuci dan menjaga anak-anak S.

Namun berdasarkan informasi dari penyidikan lebih lanjut, AL mengaku tidak pernah diberikan uang oleh anaknya alias S.

Sehingga pelaku nekat mencuri ponsel milik anak kandungnya tersebut untuk membayar utang.

Keterangan ini disampaikan oleh Kapolsek Sandubaya Kompol Moh Nasrullah, Senin (25/4/2022).

"Pelaku kami amankan di rumahnya, dan berdasarkan pengakuannya, pelaku mengaku telah melakukan pencurian," papar Kompol Nasrullah.

Saat itu pelaku mencuri ponsel tersebut dengan cara masuk ke dalam kamar yang pada saat itu tidak terkunci.

Kemudian ponsel diambil di tempat tidur dan langsung kabur.

AL (68) alamat Pandan Salas, Mayura Cakranegara berada di Polsek Sandubaya menejaskan kronologinya mencuri hape anak kandungnya, Senin (25/4/2022).
AL (68) alamat Pandan Salas, Mayura Cakranegara berada di Polsek Sandubaya menejaskan kronologinya mencuri hape anak kandungnya, Senin (25/4/2022). (via TribunPekanbaru.com)

Sebenarnya kejadian sudah berlangsung Desember tahun 2021 lalu.

Bahwa S melapor ke Polisi telah kehilangan ponsel dengan kerugian sekitar Rp4,5 juta.

Setelah diselidiki, hilangnya ponsel tersebut mengarah ke AL dan sudah diakui.

Nasrullah menjelaskan, AL awalnya disangkakan pasal 362 KUHP.

Akan tetapi setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut maka sangkaannya berubah ke pasal 367 tentang pencurian di dalam keluarga.

Akhirnya permasalahan tersebut diselesaikan dengan jalan Restorative Justice (RJ).

Diolah dari artikel di Tribunnewsmaker.com

Sumber: TribunStyle.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved