Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkini Nasional

Pengakuan Tsamara Amany, Alasan Mundur dari PSI Terungkap

Tsamara Amany mengatakan dirinya mundur dari PSI karena alasan pribadi, dan akan terlibat dalam proyek-proyek di luar partai.

Tayang:
Editor: Ventrico Nonutu
Twitter
Tsamara Amany. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar mengejutkan datang dari Tsamara Amany.

Tsamara Amany mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia ( PSI ).

Ia mengumumkan pengunduran diri tersebut melalu media sosial pribadinya.

Baca juga: Potret Menggemaskan Anak Rizki DA dan Nadya Mustika Disorot dan Dipuji Tampan

Baca juga: Nama-nama Korban Selamat dan Tewas Alfamart Gambut Ambruk, Arini Sintia Seftiana Berhasil Dievakuasi

Keputusan Tsamara Amany itu pun telah diterima oleh PSI.

Kepada Kompas TV Tsamara mengungkapkan alasan sebenarnya mundur dari PSI.

Tsamara Amany Bangga Tidak Ada Bacaleg Mantan Napi Korupsi di PSI
Tsamara Amany. (YOUTUBE)

Tsamara Amany mengaku dirinya mundur dari PSI karena alasan pribadi, dan akan terlibat dalam proyek-proyek di luar partai.

“Alasannya pribadi saja. Saya lagi ingin berjuang untuk beberapa isu perempuan dengan project di luar Parpol, fokus menyuarakan isu perempuan dan membantu perempuan dan isu-isu kesehariannya,” ujar Tsamara

Ia juga menyebut tak akan jauh dari politik.

Namun, dirinya memilih tidak lagi terlibat dalam politik praktis untuk memperjuangkan isu-isu yang menjadi perhatiannya.

Tsamara pun tak menutup jalan untuk kembali bergeliat di politik praktis.

“Kembali di politik praktis tentu saja selalu terbuka di masa depan. Saya juga enggak jauh-jauh kok dari politik, tetap aktif menyuarakan isu sosial politik. Hanya enggak lewat politik praktis,” tuturnya.

Profil Tsamara Amany

Mengutip TribunnewsWiki.com, Tsamara Amany adalah seorang politikus muda yang lahir pada 24 Juni 1996.

Sebelum mengundurkan diri dari PSI, Tsamara menjabat sebagai Ketua DPP.

Menurut akun LinkedIn-nya, Tsamara lulus dari sekolah menengah di New Zealand Indonesia International pada 2014.

Tsamara Amany - Politisi Muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Tsamara Amany. (TribunSolo/Tribunnews.com)

Setelahnya, ia menempuh S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina Jakarta.

Kemudian, Tsamara menempuh S2 di New York University sejak Januari 2021

Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah menjadi karyawan magang di PT Royston Advisory Indonesia selama dua bulan.

Ia juga pernah magang di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama empat bulan, terhitung sejak Januari hingga April 2018.

Setelahnya, ia bekerja di PT Royston Advisory Indonesia sebagai Copywriter selama satu tahun.

Tsamara merupakan pendiri Perempuan Politik, organisasi yang bertujuan untuk mendidik perempuan, meningkatkan keterwakilan dan partisipasi mereka dalam politik Indonesia.

Namun, pada April 2018, ia meninggalkan Perempuan Politik dan fokus sebagai kader PSI.

Kecintaan Tsamara pada dunia politik sudah mulai terlihat sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah.

Pada 2014, ia pernah menulis tentang sosok Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjadi idolanya.

Tsamara juga bergabung di Komunitas Pendukung Ahok (Kompak) dan menjadi saksi mewakili Kompak dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) tentang syarat persentase maju jalur independen dalam Pilkada.

Tak hanya itu, saat Pilkada DKI Jakarta beberapa tahun lalu, Tsamara memberikan dukungannya kepada Ahok.

Ia mengaku mempunyai ikatan emosional dengan Ahok karena Tsamara pernah magang di balai kota beberapa bulan.

Karena tulisan-tulisannya, Tsamara dan sejumlah blogger lainnya pernah diundang Jokowi ke Istana Negara pada 2015.

Sosok Tsamara Amany mulai dikenal saat menunjukkan keberaniannya mendebat Fahri Hamzah yang kala itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Ia termasuk vokal dalam menyuarakan pendapatnya terkait dunia politik.

Pada 2018 silam, ia pernah menyindir politik dinasti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Saya tak tau bagaimana seseorang yang diwarisi sebuah dinasti politik bisa mengklaim diri sebagai perwakilan anak muda.

Mewakili anak muda bukan sekadar soal usia.

Tapi juga soal kerja keras & kompetensi. Kita semua para politisi muda harus berupaya membuktikan itu," cuitnya di Twitter, dikutip TribunWow.com.

Sindiran Tsamara tersebut mendapat tanggapan dari Andi Arief dan Ferdinand Hutahaean.

Selain itu, Tsamara bersama teman-temannya di PSI juga getol mengkritik kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Telah tayang di WartaKotalive.com

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved