Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bahasa Netizen

Apa Arti Cebong, Kampret, BuzzerRp Hingga Kadrun, Ini Awal Mula Munculnya Kata-kata Itu

Seperti yang diketahui di media sosial banyak kata-kata yang sering muncul. Kata Cebong, Kampret, BuzzerRp hingga Kadrun

Editor: Glendi Manengal
tribun batam
ilustrasi media sosial 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui di media sosial banyak kata-kata yang sering muncul.

Kata Cebong, Kampret, BuzzerRp hingga Kadrun sering menghiasi kolom komentar.

Kebanyakan kata tersebut muncul di komentar tentang politik.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Begini Istilah Populer yang Sering Digunakan Dalam Aplikasi WhatsApp

Baca juga: Terungkap Alasan King Faaz Tolak Bertemu Galih Ginanjar Padahal Tak Dilarang Fairuz A Rafiq

Baca juga: Peringatan Dini Besok Rabu 20 April 2022, Info BMKG Wilayah yang Harus Waspada Cuaca Ekstrem

Beberapa tahun terakhir, beragam istilah untuk sebutan netizen seperti Cebong, Kampret, BuzzerRp, hingga Kadrun mewarnai media sosial.

Laporan analisis media sosial Drone Emprit, telah merekam percakapan yang mengandung istilah Cebong, Kampret, BuzzerRp, dan Kadrun selama 7 tahun, terhitung sejak 1 Juli 2015 hingga 16 April 2022.

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, telah mengumpulkan sebanyak 14 juta lebih percakapan di Twitter mengenai istilah Cebong, Kampret, BuzzerRp, dan Kadrun.

Sementara itu, menurut analisis Fahmi, sejak Januari hingga April 2021 tepatnya setelah Pilpres, penyebutan istilah-istilah tersebut masih berlangsung.

Laporan Fahmi mengungkapkan, tradisi penyebutan kelompok netizen dengan nama tertentu ini dimulai oleh panggilan ”cebong” dari pendukung Prabowo Subianto terhadap para pendukung Joko Widodo (Jokowi) sejak Agustus 2015.

Istilah "cebong" dan "kampret" sudah lumrah terucap pada percakapan di duna maya, khususnya media sosial Twitter.

Istilah ini ternyata bermula menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu.

Puncak penyebutan kedua istilah tersebut meningkat drastis pada April 2019, beriringan dengan pelaksanaan Pemilu untuk memilih kandidat Presiden dan Wakil Presiden RI.

Dalam satu tahun terakhir (1 Januari 2021 - 17 April 2022), hiruk-pikuk percakapan yang mengandung panggilan nama kelompok ini didominasi oleh panggilan terhadap :

“kadrun” 54 %,

“kampret” 17 %,

“buzzeRp 12 % + buzzerRp 5 %” = 17 %,

“cebong” 12 %.

Lalu bagaimana awal mula istilah Cebong, Kampret, BuzzerRP dan Kadrun?

Menurut analisis Fahmi, istilah ”Cebong” sudah dipakai sejak Agustus 2015, tepatnya sebelum pelepasan kodok oleh Jokowi di Istana Bogor pada 3 Januari 2016.

Oleh karena itu, awal mula istilah "Cebong" bukanlah dari aktivitas pelepasan kodok yang dilakukan oleh Jokowi saat itu.

Akibat populernya istilah tersebut pada saat itu, Kaesang melalui akun Twitternya, membuat joke tentang ”kecebong” pada 1 Januari 2016.

Istilah Kampret

Pada Oktober 2015, muncullah istilah "Kampret".

Saat itu, istilah "Kampret" merupakan balasan dari istilah "Cebong".

Kalau “cebong” hidup di air, “kampret” hidup di pepohonan secara terbalik.

Sementara itu, istilah "Cebong" dan "Kampret" mencapai puncaknya pada bulan April 2019, tepatnya saat Pilpres 2019.

Istilah Kadrun

Menurut analisis Fahmi, Istilah “kadrun” pertama kali bukan dibuat oleh Denny Siregar.

Akan tetapi, berawal dari akun Twitter @kebo_mangkrak dan @Manuputty1101 pada Januari 2018.

Lalu, istilah tersebut semakin populer ketika DS menyebut “Kadal Gurun” pada Agustus 2019.

Saat itu, penyebutannya belum menggunakan istilah Kadrun.

Kemudian, pendungkung DS menyingkat "Kadal Gurun" menjadi "Kadrun".

Istilah BuzzerRp

Pada 2 Agustus 2019, istilah Buzzer pertama kali dipopulerkan oleh akun Twitter @Dandhy_Laksono dan @HokGie_.

Saat itu mereka sedang menyoroti serangan buzzer terhadap Sexy Killers.

Sejak saat itu, istilah “buzzerRp” dan variannya digunakan untuk memanggil buzzer yang dianggap dibayar oleh oligarki.

telah tayang di Tribunnews.com dan Tribun-Medan.com

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved