Berita Boltim

Tradisi Remaja Masjid Kotabunan Barat Boltim di Bulan Ramadan

Ini agar supaya masyarakat yang belum terbangun untuk makan sahur, bisa terbangun dan dapat menjalankan ibadah puasa besok harinya.

Penulis: Rustaman Paputungan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rustaman Paputungan
Dahulu, cara membangunkan warga untuk bangun sahur hanya menggunakan kentongan dari bambu dan keliling kampung. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat bulan ramadan tiba, tradisi untuk membangunkan umat muslim untuk makan sahur, sudah dilakukan sejak turun temurun.

Ini agar supaya masyarakat yang belum terbangun untuk makan sahur, bisa terbangun dan dapat menjalankan ibadah puasa besok harinya.

Dahulu, cara membangunkan warga untuk bangun sahur hanya menggunakan kentongan dari bambu dan keliling kampung, juga lewat pengeras suara yang ada di masjid.

Seiring dengan perkembangan zaman, tradisi membangunkan umat muslim untuk makan sahur, sudah dinamakan gendang sahur, juga dilakukan oleh para pemuda (remaja masjid) desa setempat.

Di Kotabunan Barat, Kecamatan Kotabunan Bolaang Mongondow Timur, gendang sahur keliling sudah menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap bulan puasa oleh pemuda Kotabunan Barat

Hendi Mudul (30), ketua remaja masjid Kotabunan Barat mengatakan, tradisi ini perlu dilestarikan, akan tetapi, pelaksanaannya harus mendekati waktu imsak.

"Karena tujuannya adalah untuk membangunkan warga makan sahur," ucapnya.

Tradisi gendang sahur merupakan salah satu tradisi anak-anak muda Kotabunan Barat dan sejumlah daerah lainnya, dengan memanfaatkan gendang untuk menyusuri sejumlah perumahan warga, setiap lorong, untuk membangunkan warga muslim sahur dengan lagu-lagu religius.

Di samping itu, tradisi gendang sahur memiliki nilai historis dalam perkembangan Islam di wilayah Kotabunan dan sekitarnya.

Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi kami, khususnya para generasi muda untuk melestarikannya.

Selain membangunkan warga, kami juga selalu ikut serta dalam Penyelenggaraan festival gendang sahur.

"Karena ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan tradisi itu, walaupun dalam festival, hadiah yang ditawarkan kepada peserta tidaklah besar," tutupnya.

Kecelakaan Maut Pukul 21.00 WIB, Seorang Pemuda Pengendara Motor Tewas, Kebut-kebutan Lalu Tabrakan

Kecelakaan Maut, Toyota Yaris Tabrak Truk Lalu Terjun ke Parit, Pengemudi Tewas

Definitif Camat Lembeh Utara Jemmy Bungi Dapat Tugas ‘Khusus’ dari Wawali Bitung Hengky Honandar


 

 

 

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved