Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pameran

Bentara Budaya Gelar Pameran Seni Rupa Karya 46 Perupa Perempuan

Di antaranya perupa Alice, Alimah, Asnida Hassan, Astuti Kusumo, Besti Rahulasmoro, Camelia Mitasari dan Reza Prastica Hasibuan.

Dokumen Bentara Budaya Jakarta
Pengunjung melihat pameran seni rupa berjudul Gores Garis Perempuan di Bentara Budaya, Jalan Palmerah Selatan 17 kompleks Kompas Gramedia Jakarta, Kamis (14/4/2022). Acara ini terbuka untuk umum mulai pukul 10.00 - 17.00 WIB. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengelola Bentara Budaya menggelar pameran seni rupa berjudul Gores Garis Perempuan.

Bertempat di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan 17 kompleks Kompas Gramedia yang berada di kawasan Palmerah, Jakarta. Pukul 10.00 - 17.00 WIB.

Terhitung mulai 14 hingga 23 April 2022. Terbuka untuk umum.

Para perupa perempuan tersebut berasal dari berbagai era dan berbagai aliran seni rupa yang ada.

Di antaranya perupa Alice, Alimah, Asnida Hassan, Astuti Kusumo, Besti Rahulasmoro, Camelia Mitasari dan Reza Prastica Hasibuan.

Hadir juga karya perupa Dona Prawita Arissuta, Dyan Anggraini, Dyayi Nuswantari Pranahita, Erica Hestu Wahyuni, Harindarvati, dan Ida Hajar.

Totalnya 48 karya dari 46 perupa.

Melalui rilis yang diterima tribunmanado.co.id, Kamis (14/4/2022), pameran ini menggambarkan semangat wanita sejak dulu hingga kini dalam berkarya.

Semangat dari para perupa yang berlatar belakang beragam, dari ibu rumah tangga, pelajar, hingga mereka yang memang berlatar pendidikan seni.

Kegiatan dimaksudkan juga untuk merawat semangat yang dulu diperlihatkan dan diperjuangkan RA Kartini.

Masyarakat dapat mengunjungi pameran berdasarkan jadwal yang ada dan tetap mengikuti protokol kesehatan sebagaimana mestinya.

Tentang Bentara Budaya

Bentara Budaya merupakan lembaga seni budaya di bawah naungan Kompas Gramedia memiliki keragaman koleksi seni rupa baik dua maupun tiga dimensi.

Awal mula koleksi benda seni di Bentara Budaya berangkat dari perhatian pendiri Kompas Gramedia, PK Ojong dan Jakob Oetama pada seni budaya.

Salah satunya ikut mengoleksi benda – benda seni, sebagai salah satu cara membantu seniman dengan membelinya. Kkmudian menjadi koleksi Bentara Budaya.

Sebagai tanggung jawab pada masyarakat umum, maka Bentara Budaya melakukan pameran koleksi minimal dua kali dalam satu tahun. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved