RHK Selasa 12 April 2022

BACAAN ALKITAB Lukas 23:35-39 Raja Sejati yang Sempurna

Diejek, diolok dan dihujat. Itulah "bonus tambahan" penderitaan Yesus, menuju penyiksaan sempurna yang sangat mengenaskan di Bukit Kalvari

Editor: Aswin_Lumintang
The Guardian
Jim Caviezel bersaksi usai perankan Yesus di film The Passion of The Christ. 

  Lukas 23:35-39
TRIBUNMANADO.CO.ID - Diejek, diolok dan dihujat. Itulah "bonus tambahan" penderitaan Yesus, menuju penyiksaan sempurna yang sangat mengenaskan di Bukit Kalvari, di negeri-Nya sendiri. Pelaku-pelakunya antara lain orang-orang terhormat. Yakni para pemimpin dan prajurit serta tentunya para imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi. Seorang dari penjahat ikut menghujat Dia.

Tidak hanya itu. Dia juga diberi mahkota duri. Yang dianyam dari ranting berduri membentuk lingkaran yang ditaruh di kepala-Nya, menjelang Ia disalibkan. Karena tajam dan banyak, duri mahkota itu menancap masuk ke dalam batok kepala Yesus.

Jim Caviezel bersaksi usai perankan Yesus di film The Passion of The Christ.
Jim Caviezel bersaksi usai perankan Yesus di film The Passion of The Christ. (The Christian Post/The Guardian)

Selain itu, di bagian atas kepala Yesus di Kayu Salib itu, tertulis INRI adalah kata-kata Latin yakni _IESVS·NAZARENVS·REX·IVDÆORVM (Iesus Nazarenus, Rex Iudaeorum),_ yang berarti "Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi," ditaruh oleh Pontius Pilatus.

Semua itu merupakan bentuk penghinaan, ejekan dan olok-olokkan serta hujatan kepada-Nya. INRI yang dimaksudkan di sini adalah bagian dari proses penistaan kepada Yesus. Jadi, selain tubuh yang tercabik-cabik, darah yang terus mengucur, dehidrasi, kelelahan dan berbagai bentuk penderitaan fisik lainnya, Yesus juga menderita secara bathin dan secara psikis. Benar-benar penderitaan yang sempurna. Tapi Dia tanggung semuamya itu untuk kita.

Demikian firman Tuhan hari ini.
  "Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."
  Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya
_dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"

  Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi."
  Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (ay 35-39)

Penderitaan-Nya sungguh sempurna. Mereka memandang hina dan rendah keberadaan Yesus. Sehingga mereka melakukan apa saja untuk menyiksa Dia. Segala cara "halal" untuk menyiksa Yesus. Pendeknya, darah Yesus itu halal. Maka Dia bermandikan darah, dengan luka yang menganga, dalam dan banyak. Rupanya sudah tidak seperti manusia lagi.

Padahal, Yesus sungguh-sungguh INRI (Raja orang Yahudi). Bahkan Dia bukan hanya Raja orang Yahudi saja, tapi Dia adalah Raja segala raja dan segala bangsa.

Sesungguhnya, Yesus adalah Raja yang Sejati. Dialah Raja yang sempurna. Mengapa? Karena hanya Dialah satu-satunya Raja yang tidak pernah turun tahta. Sebab Dia Raja segala zaman, sejak dulu kala, kini hingga selama-lamanya.

Yesus adalah Raja yang kekuasaannya bukan hanya di bumi, tapi juga di seanteru alam semesta hingga "di luar alam semesta." Dia berkuasa atas segala masuk karena Dia adalah Raja yang bukan hanya berkuasa, tapi Dialah pencitpa serta pemilik kehidupan dunia, alam semesta dengan segala isinya, termasuk kita umat manusia.
Tapi, manusia justeru yang menghina Dia. Itulah kebodohan manusia. Itulah kelemahan dan keterbatasan kita manusia. Tapi itu jugalah keserakahan dan ketamakan serta kebiadaban manusia yang tidak mengenal Penciptanya.

Jangan bodoh. Orang yang tidak mengikut Tuhan dan menyangkal-Nya hidup dalam kebodohan. Karena Dia telah menolak keselamatan kekal dan kasih karunia berlimpah dari pada-Nya.

Kita pengikut-Nya dan hamba-Nya adalah manusia paling beruntung dan paling berbahagia di dunia karena memiliki Tuhan yang rela menerima penderitaan berat hingga mati untuk menyelamatkan dan membaharui serta memberkati kehidupan kita. Jadi jangan bodoh lagi dengan meninggalkan Tuhan. Sebab di dalam Dia, kita hidup berkemenangan dan lebih dari pemenang serta berkelimpahan dalam segala hal, meski harus memikul Salib.
Datanglah pada Yesus. Pikullah Salib. Percayalah, Dia akan menangkan kita dalam segala hal dan memberkati kita bersama keluarga secara heran, dahsyat dan luar biasa. Kita pun bahagia sejahtera, di bumi dan di sorga mulia, kekal selamanya. Amin

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah dan tuntunlah hidup kami agar senantiasa memuliakan dan mengagungkan nama-Mu, agar kami hidup berkemenangan dan berkelimpahan selamanya. Amin

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved