Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita PGI

Peringati Hari Kesehatan Internasional, PGI Serukan Cegah Stunting di Indonesia

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) terpanggil mengajak masyarakat Indonesia turut bergumul bersama.

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado
Jeirry Sumampow 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kamis 7 April 2022 diperingati sebagai Hari Kesehatan Internasional.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) terpanggil mengajak masyarakat Indonesia turut bergumul bersama.

Kepala Humas PGI, Jeirry Sumampow mengungkapkan, bersama warga di berbagai belahan dunia, kita diingatkan akan satu dari beberapa tugas gereja, yakni “menyembuhkan” dan mendukung kesejahteraan masyarakat di ladang pelayanan kita.

"Selain Pandemi Covid-19, kita masih berada dalam bayang-bayang ancaman masalah kesehatan dan beragam dampak buruknya," kata Jeirry kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (08/04/2022).

Katanya, satu dari beberapa masalah kesehatan dan kualitas hidup yang masih menjadi perhatian dunia adalah tingginya angka stunting.

"Termasuk di negeri yang kita cintai ini. Angka stunting, gizi buruk pada anak dan balita masih mengkhawatirkan," jelasnya.

Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) terhadap 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota menunjukkan angka prevalensi stunting nasional mengalami penurunan 1,6 persen menjadi 24,4 persen pada tahun 2021.

Persentase tersebut masih tergolong tinggi dibanding penetapan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni maksimal 20 perse bagi setiap negara.

Bahkan beberapa negara di Asia masih lebih baik dalam penanganannya, seperti Malaysia (17%), Thailand (16%) dan Singapura (4%).

PGI sejak 2018 telah melakukan berbagai program, baik sendiri maupun dalam kerjasama dengan lembaga lain seperti Kemenkes RI, dalam rangka mensosialisasikan pencegahanstunting ke masyarakat, secara khusus kepada warga gereja.

Untuk itu, dalam rangka Hari Kesehatan Internasional dan dengan memperhatikan situasi dan kondisi penanganan stunting di Indonesia, PGI menyampaikan beberapa hal, sebagai berikut:

Pertama, PGI prihatin atas masih tingginya kasus stunting di Indonesia. Hal ini menjadi penghalang bagi pencapaian Masa Keemasan Indonesia pada tahun 2045 yang telah dicanangkan oleh pemerintah, tepat saat usia kemerdekaan mencapai 100 tahun.

Kedua, PGI mendorong pemerintah untuk terus melakukan upaya massif dan nyata dalam rangka memerangi stunting.

"Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, hingga ke pelosok-pelosok daerah di seluruh Indonesia," jelasnya.

Ketiga, mengimbau agar gereja-gereja membangun kerja sama dengan pemerintah dan setiap elemen bangsa dalam mencegah dan mengurangi angka stunting.

Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan adalah memberi pembinaan cegah stunting terhadap para calon pasangan suami-istri melalui program katekisasi atau persiapan perkawinan yang gereja miliki pada umumnya, minimal 3 bulan sebelum berlangsungnya pemberkatan perkawinan.

"Kami percaya bahwa semangat dan upaya yang menyembuhkan dan menyejahterakan ini tidak menjadi sia-sia ketika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh," ujar Jeirry. (ndo)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved