Ramadan 2022
Pantas Jumat Pertama Ramadan 2022 Punya Keistimewaan, Ternyata Ini Jawabannya, Jangan Sia-siakan
Hari ini Jumat 8 April 2022 menjadi Jumat pertama di Bulan Ramadan 2022. Sebagaimana diketahui, Jumat adalah hari yang baik bagi umat muslim.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Jumat adalah hari keenam dalam satu pekan.
Kata Jumat diambil dari Bahasa Arab, Jumu'ah yang berarti beramai-ramai, diambil dari tata cara ibadah kaum Muslim yang dilakukan pada hari tersebut.
Jumu'ah memiliki akar sama dengan Jama' yang berarti banyak dan juga Jima' yang artinya bergabung.
Abu Hurairah mengabarkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah lalu segera pergi ke masjid pada jam yang pertama maka seakan-akan berkurban dengan unta yang gemuk, dan barangsiapa yang pergi pada jam yang kedua, maka seakan-akan ia berkurban dengan sapi betina, dan barangsiapa pergi pada jam yang ketiga, maka seakan-akan ia berkurban dengan domba yang bertanduk, dan barangsiapa yang pergi pada jam yang keempat seakan-akan ia berkurban dengan seekor ayam, dan barangsiapa yang pergi pada jam kelima, maka seakan-akan ia berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah keluar (untuk berkhutbah), maka para Malaikat turut hadir sambil mendengarkan dzikir (nasihat/peringatan).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Setiap Jumat diwajibkan bagi laki-laki beragama Islam menunaikan ibadah shalat Jumat.
Selain itu, ada amalan lainnya yang baik dikerjakan di hari Jumat.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan amalan sunnah di hari Jumat.
Anyway hari ini Jumat 8 April 2022 menjadi Jumat pertama di Bulan Ramadan 2022.
Sebagaimana diketahui, Jumat adalah hari yang baik bagi umat muslim.
Terdapat amalan-amalan di hari Jumat yang bisa dikerjakan agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Selain meningkatkan ketaqwaan, amal shaleh juga bernilai pahala jika rutin dijalankan.
Apa saja amalan-amalan sunnah tersebut?
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan amalan-amalan sunnah tersebut sebaiknya dikerjakan bagi laki-laki.
"Mencukur kumis, merapikan jenggot, mandi selayaknya mandi junub, membaca surah Al-Kahfi, dan memperbanyak shalawat," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip dari kanal youtube Ceramah Pendek.
Dari sunnah tersebut, Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan juga berlaku bagi perempuan atau muslimah.
Di antaranya memotong kuku dan membaca surah Al-Kahfi. Sunnah memotong kuku dimulai dari tangan kanan dan dilanjutkan tangan kiri. Jika sudah selesai tangan maka bisa dilanjutkan memotong kuku kaki.
Sedangkan membaca surah Al Kahfi, Ustadz Adi Hidayat menuturkan maknanya bisa sekedar membaca dan memahami. Jadi dorongan membaca Alquran untuk memahami isinya.
"Namun kebanyakan orang baca Alquran tidak paham isinya. Kalau sekadar baca pahalanya banyak satu huruf saja dibaca membawa 10 kebaikan dari setiap hurufnya dalilnya dari At Tarmizi no hadist 210," ujarnya.
(Ilustrasi berdoa. (pexels.com)
Sehingga ia mengimbau untuk banyak-banyak baca Alquran yang diyakini dapat menutup dosa-dosa dengan pahala-pahala kemuliaan.
Ia juga mengingatkan bagi yang masih merasa kurang pahala dan berlumur dosa, dapat meningkatkan amalan-amalan.
"Carilah amalan cerdas yang bisa mengalir sampai kita meninggal dunia disebut amal jariyah. Bagaimana caranya? Misalnya punya duit Rp 50.000 lalu beli mushaf lalu kasih ke penghapal Alquran. Setiap dia baca maka akan dapat pahalanya," ungkapnya.
Selain membaca Alquran yang bernilai satu huruf 10 kebaikan, ini lebih baik dikerjakan dari contoh kebaikan lainnya yakni misalnya menyingkirkan duri atau kulit pisang di jalan.
(Ilustrasi mandi (Global News)
Sunnah Mandi di hari Jumat
"Siapa yang mandi di hari Jumat, mandinya sempurna dibasuh awal sampai akhirnya, biasanya dalam bab fiqih adalah seperti mandi junub. Jadi teliti, rapi, wudhu terlebih dahulu dari atas sampai bawah sempurna dibersihkan," ujar Ustadz Adi Hdiayat.
Ia menambahkan siapa yang sebelum berangkat Jumat mandi terlebih dahulu, mandinya seperti orang mandi junub sempurna dia.
Kemudian berangkat ke mesjid untuk shalat Jumat diawal waktu mengambil shaf paling depan. Ada yang menafsirkan diawal waktu, ada juga yang menafsirkan shaf depan sepanjang tidak mengganggu suadaranya.
"Dia datang shaf pertama, duduk mendengarkan khutbah dengan benar sampai selesai. Maka orang ini seperti mendapatkan ibadah puasa dan shalat selama setahun penuh. Dapat pahala orang puasa dan shalat malam setahun penuh. Cuma Jumat yang seperti itu, haditsnya shahih," pungkasnya.
(Ilustrasi mandi. (NOVA)
Niat Mandi Sunnah Jumat
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِحُضُوْرِ صَلاَةِ الْجُمْعَةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
“Nawaitul Ghusla Lihudhuuri Sholaatil Jum’ati Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa”.
Artinya: Saya niat mandi untuk salat pada hari Jumat (mandi Jumat) sunnah karena Allah Ta’ala).
اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushollii fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta'aala.
Artinya: Aku niat melakukan shalat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi mamum, karena Allah ta'ala.
(*/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com